Pariwisata Jadi Prioritas, Disbudpar Berau Pastikan Program Unggulan Tetap Berjalan

diterbitkan: Jumat, 1 Mei 2026 03:42 WITA
Pesta Adat Manutung Jukut yang dilaksanakan 2024 lalu jadi salah satu even pariwisata di Bumi Batiwakkal (Dok: Berau Terkini)

NUSANTARA TERKINI – Sektor pariwisata Kabupaten Berau tetap menjadi prioritas pembangunan daerah meskipun dilakukan penyesuaian di beberapa program.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budi Santosa, menyebut, sejumlah kegiatan tetap dilaksanakan, namun intensitasnya disesuaikan.

Hal ini sejalan dengan arah kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang telah menetapkan pariwisata sebagai salah satu tumpuan ekonomi ke depan.

Baca juga  Dukung Pariwisata Berkelanjutan, Disbudpar Berau Ingatkan Wisatawan Lebih Bertanggung Jawab

“Tetap dilaksanakan, mungkin pelaksanaanya saja yang dikurangi sedikit-sedikit. Tapi secara umum tidak banyak perubahan karena pariwisata masih jadi prioritas,” ucapnya.

Kabupaten Berau memiliki potensi pariwisata yang sangat melimpah dibandingkan beberapa daerah yang ada di Kalimantan Timur.

“Pariwisata memang kita dorong terus mulai sekarang, karena sektor tambang kan sudah mulai berkurang. Makanya kita beralih ke sektor yang berkelanjutan,” terangnya.

Baca juga  Bosan ke Pantai? Intip Pesona 4 Ekowisata Mangrove Berau yang Siap Manjakan Mata Saat Libur Lebaran

Terkait kegiatan tahunan, ia memastikan rangkaian perayaan Hari Jadi Berau akan digelar seperti sebelumnya.

Terutama kegiatan budaya dan kuliner akan terus dipertahankan, seperti festival kuliner tradisional, even budaya, hingga kegiatan khas seperti manutung jukut.

“Event kalender sudah ada rilis, kurang lebih sama seperti sebelumnya, termasuk upacara hari jadi dan kegiatan budaya lainnya,” katanya. 

Baca juga  Demi Kemajuan Pariwisata, Disbudpar Berau Siapkan Kanal Khusus Tampung Aspirasi dan Keluhan Warga

Pada tahun sebelumnya, beberapa kegiatan sempat dibatasi karena situasi nasional yang ditakutkan berdampak hingga ke daerah.

“Kita pasti mempertimbangkan situasi. Kalau tidak ada kejadian luar biasa, maka kegiatannya akan berjalan seperti biasa,” tandasnya. (Adv)

Bagikan:
Berita Terkait