Anggaran Promosi Wisata Berau Rp10 Miliar, Disbudpar Pastikan Kontrak Bakal Dicek Ulang

diterbitkan: Senin, 11 Mei 2026 11:39 WITA
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi Santosa.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi Santosa.

NUSANTARA TERKINI — Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budhisantosa, menanggapi kritik pedas terkait besarnya anggaran promosi pariwisata yang belakangan menjadi sorotan publik.

Ia menegaskan, program promosi yang dijalankan saat ini merupakan bagian dari strategi besar untuk memperkenalkan destinasi wisata unggulan Bumi Batiwakkal ke daerah luar.

Yudha menjelaskan, pemasangan materi promosi di berbagai titik strategis, termasuk di bandara-bandara besar, bertujuan untuk meningkatkan daya tarik wisatawan secara langsung.

Kehadiran visual destinasi Berau di lokasi, seperti Balikpapan dan Samarinda, dinilai sebagai langkah nyata dalam menjaring calon pengunjung.

“Di bandara kami melihat sendiri ada promosi-promosi destinasi wisata di Kabupaten Berau seperti Balikpapan dan Samarinda kan ada,” ujar Yudha.

Baca juga  Demi Kenyamanan Libur Lebaran, Pengelola Destinasi Wisata Wajib Tingkatkan Pelayanan dan Kontrol Kapasitas Pengunjung

Terkait besaran anggaran, Yudha menjelaskan, nilai yang keluar telah disesuaikan dengan kontrak kerja sama yang berlaku.

Kendati demikian, ia memastikan pihaknya tidak menutup mata terhadap efektivitas program tersebut dan akan segera melakukan pemeriksaan teknis terhadap durasi serta keberlanjutan tayangan promosi tersebut.

“Kalau masalah anggaran kan memang kontraknya seperti itu. Tapi itu kan berjangka waktu, nanti itu akan kita cek berapa lama tayangnya, apakah nanti dilanjutkan atau tidak, itu kita evaluasi,” tuturnya.

Baca juga  Bukan Sekadar Healing, Wisatawan Diajak Jadi Penjaga Ekosistem Lokal

Yudha menegaskan, promosi wisata memiliki beragam metode strategi.

Jika hasil evaluasi menunjukkan biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan hasil atau dianggap terlalu besar, ia menyatakan kesiapan untuk mengalihkan anggaran ke strategi promosi lain yang lebih efisien.

Ia juga membuka ruang bagi publik untuk memberikan kritik dan saran guna memperbaiki kebijakan pemerintah daerah di masa depan.

“Itu bukan lagi perencanaan tapi sudah ada. Namanya promosi kan strateginya macam-macam, makanya saya bilang akan melakukan evaluasi,” ujarnya.

“Kalau memang nilainya terlalu besar itu kan bisa kita ubah ke strategi promosi yang lain. Silakan masukan yang ada, maka boleh diberitakan saja nanti kita akan evaluasi mana masukan yang terbaik,” sambungnya.

Baca juga  Standar Keselamatan Diperketat Jelang Lonjakan Wisatawan di Berau

Sebelumnya, strategi promosi ini mendapatkan kritik tajam dari Ketua Umum HMI Cabang Berau, Ayatullah Khomeini, yang menilai pendekatan Disbudpar Berau cenderung tidak terarah dan berisiko memboroskan kas daerah. 

Ia menyentil pendekatan tersebut dengan istilah “spray and pray marketing” atau strategi semprot uang lalu berdoa, karena dianggap tidak memiliki indikator keberhasilan yang terukur.

Berdasarkan data SiRUP LKPP Berau, total anggaran promosi yang menjadi sorotan tersebut mencapai angka fantastis, yakni Rp10.774.500.000. (Adv)

Bagikan:
Berita Terkait