Dikepung Investasi Raksasa, Gubernur Kaltara Minta Hipmi Jangan Cuma Jadi Penonton

diterbitkan: Senin, 18 Mei 2026 02:47 WITA
Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang.

NUSANTARA TERKINI – Kalimantan Utara (Kaltara) kini tengah bertransformasi menjadi magnet investasi raksasa di Indonesia seiring berjalannya sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN).

Menanggapi masifnya modal asing dan korporasi besar yang masuk, Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang, memberikan peringatan keras sekaligus motivasi kepada Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kaltara agar tidak hanya sekadar menjadi penonton di rumah sendiri.

Gubernur Zainal menegaskan, Hipmi Kaltara harus mengambil peran sentral dan melompat maju untuk menangkap setiap peluang investasi yang tercipta dari percepatan pembangunan provinsi ke-34 ini.

“Hipmi harus menjadi wadah bagi anak muda yang berani mengambil peluang, berinovasi, dan menciptakan lapangan kerja baru.

Baca juga  Selter Sekprov Kaltara Dibuka, Waktu Pendaftaran Hingga 21 Agustus 2025

Peluangnya sangat besar, jadi jangan sampai kita hanya jadi saksi keberhasilan orang lain,” ujar Gubernur Zainal saat menghadiri kegiatan sambung rasa BPD Hipmi Kaltara bersama calon ketua umum BPP Hipmi, Ade Jona Prasetyo, di Tarakan.

Kepung Peluang Raksasa di KIHI Tanah Kuning dan PLTA

Mantan Wakapolda Kaltara ini membeberkan, pusat pertumbuhan ekonomi baru Kaltara kini sudah di depan mata.

Salah satu episentrum utamanya adalah Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning-Mangkupadi di Kabupaten Bulungan yang diproyeksikan menjadi salah satu kawasan industri hijau terbesar di dunia.

Tak hanya itu, potensi energi terbarukan lewat proyek raksasa Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) juga sedang berjalan intensif.

Baca juga  Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang Minta Pengentasan Kemiskinan Dioptimalkan

Di antaranya adalah proyek PLTA Sungai Kayan di Kabupaten Bulungan serta PLTA Sungai Mentarang di Kabupaten Malinau.

Menurut Gubernur Zainal, mega proyek berbasis energi hijau tersebut membuka multiplier effect (efek berganda) yang sangat luas pada rantai pasok lokal. Banyak sektor usaha turunan yang dapat dicaplok oleh pengusaha muda daerah.

“Potensi usaha di Kaltara sangat besar dan terbuka lebar, mulai dari sektor energi, logistik, pangan, hingga jasa konstruksi dan sektor jasa lainnya,” rinci Zainal.

Karpet Merah Menuju Gerbang IKN

Lebih jauh, posisi geografis Kaltara yang berbatasan langsung dengan Kalimantan Timur menjadikannya sebagai wilayah strategis penopang utama Ibu Kota Nusantara (IKN).

Baca juga  Ikuti Rakornas dan HUT ke-6 di Serang, JMSI Kaltara Bawa Perspektif Daerah ke Pusat

Kaltara adalah gerbang masuk logistik, energi, dan pangan yang krusial bagi ibu kota baru tersebut. Celah bisnis inilah yang dinilai harus segera dikepung oleh jaringan pengusaha muda Hipmi.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara berkomitmen penuh untuk memberikan karpet merah dan ruang kolaborasi yang sehat bagi Hipmi.

Sinergi antara pemerintah, investor kakap, dan pengusaha lokal akan terus diperkuat guna memastikan arus modal yang masuk memberikan dampak konkret pada pertumbuhan ekonomi masyarakat daerah.

Melalui komitmen ini, Pemprov Kaltara berharap pengusaha lokal tidak kalah saing dan mampu tumbuh menjadi pemain utama dalam ekosistem investasi yang sehat dan berkelanjutan di bumi Kaltara.(*)

Bagikan:
Berita Terkait