Pulau Kaniungan Darurat Sampah, Disbudpar Berau Bakal Sidak Titik Kumuh

diterbitkan: Senin, 18 Mei 2026 08:15 WITA
Suasana di pinggir pantai Pulau Kaniungan, Kecamatan Bidukbiduk.
Suasana di pinggir pantai Pulau Kaniungan, Kecamatan Bidukbiduk.

NUSANTARA TERKINI – Kondisi lingkungan di Pulau Kaniungan saat ini dilaporkan mulai dipenuhi oleh tumpukan sampah domestik.

Kehadiran limbah tersebut dinilai sangat mengganggu keindahan estetika pemandangan alam di sekitar kawasan pantai.

Pulau Kaniungan merupakan salah satu destinasi wisata favorit andalan masyarakat Kabupaten Berau di pesisir selatan.

Namun, objek wisata ini sedang menghadapi permasalahan serius terkait buruknya sistem tata kelola kebersihan lingkungan.

Kabar mengenai kerusakan ekosistem di sana sebenarnya sudah tersiar luas sejak beberapa pekan yang lalu.

Akan tetapi, kenyataan di lapangan menunjukkan masalah krusial tersebut belum mendapatkan penanganan konkret dari pihak terkait.

Salah seorang pengunjung lokal, Aidil Anugrah, membagikan kesaksiannya mengenai kondisi pantai yang kini cukup memprihatinkan. 

Menurutnya, area pesisir semakin kumuh lantaran menjamurnya tenda pedagang kaki lima yang tidak tertata rapi.

Baca juga  Bosan ke Pantai? Intip Pesona 4 Ekowisata Mangrove Berau yang Siap Manjakan Mata Saat Libur Lebaran

“Sampah plastik, sampah makanan sisa, dan pengelolaan limbah atau sabut kelapa yang dibuang di laut,” ujarnya kepada Berauterkini, Senin (18/5/2026).

Ia juga menambahkan potret buruk lingkungan tersebut rupanya sudah berlangsung sejak tiga tahun belakangan. 

Situasi di lapangan kini diperparah dengan semakin tidak terkendalinya jumlah warga lokal yang mendirikan bangunan tempat berdagang. 

Akibat dari akumulasi sampah tersebut, kualitas udara di beberapa titik mulai memunculkan aroma bau tidak sedap.

Menurut Aidil, tumpukan sampah yang mengotori sepanjang garis pantai sebagian besar bersumber dari aktivitas internal warga. 

Selain itu, perilaku buruk dari para pengunjung yang tidak bertanggung jawab juga ikut memperparah keadaan.

“Ada sebagian yang kita lewati bau busuk karena penumpukan sampah. Sebagian besar dari warga dan pengunjung,” tambahnya.

Baca juga  Sasar Sektor Film dan Video, Disbudpar Berau Siapkan Dukungan Khusus untuk Promosi Wisata

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budi Santosa, menjelaskan, informasi sementara yang diterimanya menunjukkan permasalahan sampah sebenarnya sudah ada yang mengakomodasi.

Sistem penanganan kebersihan tersebut bersumber dari penarikan dana retribusi masuk dari para wisatawan.

“Informasi sementara itu ada yang menangani sebenarnya dari retribusi masuk yang dikenakan oleh mereka itu sebagian untuk mengelola sampah,” jelas Yudha.

Namun, jika fakta di lapangan membuktikan masalah belum teratasi, pihaknya berjanji akan segera mengambil tindakan.

Disbudpar Berau akan segera melakukan koordinasi intensif sekaligus melakukan peninjauan langsung ke lokasi Pulau Kaniungan.

Langkah jemput bola ini diperlukan guna melihat seberapa parah kerusakan lingkungan yang terjadi.

“Ya tapi kalau misalnya ada informasi seperti ini, coba nanti akan kami komunikasikan. Mudah-mudahan nanti kami juga bisa ngeliat secara langsung dulu,” ungkapnya.

Baca juga  Bukan Sekadar Aturan Umum, Disbudpar Berau Detailkan SOP Wisata Hingga ke Petugas Loket dan Toilet

Setelah agenda peninjauan lapangan selesai dilakukan, Disbudpar akan menggelar rapat bersama para pengelola lokal setempat.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk merundingkan dan mencari jalan keluar terbaik atas persoalan yang menahun ini.

Permasalahan sampah serupa dilaporkan juga terjadi di objek wisata air panas asin Pemapak.

Beberapa titik strategis lain di wilayah Kecamatan Biduk-Biduk dikabarkan mulai menghadapi kendala kebersihan yang sama. Seluruh titik kumuh tersebut nantinya akan dicarikan formula solusi terbaik agar keasrian alam wisata Berau tetap terjaga.

“Kami akan ambil langkah-langkah untuk membicarakan ini, nanti kami carikan solusinya juga lah. Mungkin seperti itu untuk sementara ya,” pungkas Yudha. (Adv)

Bagikan:
Berita Terkait