TANJUNG REDEB – Pemkab Berau terus memperkuat langkah untuk mengantisipasi potensi inflasi di daerah, meskipun angka inflasi tahunan masih berada di level yang terkendali. Hal itu disampaikan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas dalam Rakor Pengendalian Inflasi yang dilaksanakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) beberapa waktu lalu.
Sri Juniarsih yang turut didampingi Wakilnya, Gamalis mengatakan, Pemkab Berau saat ini terus memastikan stok pangan. Hal itu merupakan strategis utama untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di pasar.
“Kondisi inflasi Berau saat ini relative aman. Namun kewaspadaan tetap harus ditingkatkan,” ujarnya.
Dijelaskannya, cadangan beras yang masih tersedia di Gudang Badan Usaha Logistik (Bulog) mencapai 100 ton untuk tahun ini. Selain memastikan stok beras, Pemkab Berau juga tengah menyiapkan langkah penguatan sektor pertanian melalui rencana tanam seluas 2.000 hektare pada Mei hingga Juli 2026.
Selain cadangan beras, Pemkab Berau juga menyiapkan komoditas jagung sebagai sebagai penyangga pangan daerah dengan stok mencapai 1.000 ton. Sementara untuk komoditas hortikultura, khususnya cabai yang kerap menjadi pemicu inflasi, Berau mendapat bantuan pengembangan lahan cabai seluas lima hektare dari Kementerian Pertanian.
“Stok kebutuhan pokok itu penting untuk dipastikan ketersediannya. Karena itu yang jadi kebutuhan dasar masyarakat,” terangnya.
Sri Juniarsih juga memastikan pihaknya akan terus melakukan pemantauan pergerakan harga bahan pokok di kalangan masyarakat. Selain memantau harga, hal lain yang terus dilakukan pemerintah daerah adalah memastikan kelancaran distrisbusi. (adv)





