Pemkot Bontang Pilih Prioritaskan Program Lain, Proyek Sirkuit Balap Permanen Gagal Terwujud 2026

diterbitkan: Rabu, 3 Juni 2026 11:30 WITA
Wali Kota Bontang Neni Moernaeni

NUSANTARA TERKINI – Harapan para pencinta dunia otomotif di Kota Bontang untuk memiliki arena adu cepat resmi tampaknya harus disimpan rapat-rapat tahun ini.

Rencana pembangunan sirkuit atau arena balap permanen, yang menjadi salah satu jualan serta janji politik utama pasangan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni dan Wakil Wali Kota Agus Haris, dipastikan gagal terwujud pada tahun anggaran 2026.

Kepastian penundaan mega proyek infrastruktur olahraga ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. Ia mengungkapkan bahwa kondisi keuangan daerah yang terbatas menjadi batu sandungan utama, sehingga eksekusi di lapangan belum bisa berjalan sesuai dengan linimasa kampanye.

Kebijakan Anggaran Bergeser ke Skala Prioritas Mendekat

Menurut Neni, jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang saat ini terpaksa harus memilah dan memilih program kerja dengan menetapkan skala prioritas yang ketat.

Baca juga  Proyek Legislatif-Yudikatif IKN Tetap Prioritas, OIKN Target Rampung Akhir 2027

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang tersedia saat ini dialokasikan untuk membiayai sektor-sektor mendasar yang dinilai bersentuhan langsung dengan kebutuhan hajat hidup masyarakat makro.

“Masih belum bisa dibangun tahun ini untuk sirkuit permanennya,” ujar Neni, Rabu (03/6/26)

Sebelumnya, pemerintah daerah telah membidik kawasan lahan eks Bandara Bontang Lestari sebagai lokasi strategis untuk menyulap sirkuit tersebut.

Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa proyek ini masih sangat mentah secara administratif. Belum ada dokumen perencanaan teknis, tahapan persiapan fisik, apalagi pos anggaran khusus yang digelontorkan untuk menyokong proyek tersebut.

“Belum ada proses yang dilakukan. Anggarannya juga belum tersedia,” imbuh Neni.

Baca juga  Pawai Obor Pertama di IKN, Di Ikuti Puluhan Peserta

Sinyal Darurat dari Jalanan Bontang Lestari

Sikap Pemkot Bontang yang memilih memarkirkan sementara proyek sirkuit permanen Bontang ini langsung mendapatkan ujian berat di lapangan.

Ironisnya, wacana ini kembali memanas dan menjadi sorotan tajam publik setelah area eks Bandara Bontang Lestari justru disalahgunakan menjadi sirkuit ilegal oleh ratusan remaja.

Hanya berselang beberapa hari sebelum pengumuman pembatalan ini, tepatnya pada Minggu (31/5/2026), jajaran Satlantas Polres Bontang melakukan operasi pembubaran besar-besaran dan berhasil mengamankan sedikitnya 69 unit sepeda motor yang terlibat dalam aksi balap liar terorganisir di kawasan tersebut.

Aksi jalanan itu bukan lagi sekadar kumpul-kumpul biasa, melainkan sudah bertransformasi menjadi kompetisi ilegal berbayar dengan biaya pendaftaran Rp100 ribu per peserta. Penegakan hukum yang tegas pun terpaksa diambil kepolisian demi menjaga ketertiban umum.

Baca juga  Perkuat Safety Leadership Program 4.0, PT KPB selenggarakan "A Day With Family"

Kasatlantas Polres Bontang, AKP Purwo Asmadi, menegaskan aktivitas tersebut melanggar aturan dan sangat membahayakan keselamatan.

Seluruh kendaraan yang terjaring langsung dikenakan sanksi tilang akumulatif dan disita di Markas Polres Bontang dalam kurun waktu tertentu guna memberikan efek jera, terutama bagi pelaku yang mayoritas masih berstatus di bawah umur.

Tertundanya pembangunan sirkuit permanen ini kian memperpanjang daftar pekerjaan rumah Pemkot Bontang dalam menyediakan ruang kreasi yang aman bagi generasi muda.

Selama wadah resmi belum terealisasi karena alasan klasik anggaran, penindakan hukum di jalanan lintas blok Bontang Lestari diprediksi masih akan terus berlanjut.(*)

Bagikan:
Berita Terkait