NUSANTARA TERKINI – Paradigma baru dalam mencetak kader penggerak ekonomi soko guru di tingkat perdesaan kini mulai diterapkan.
Para pemuda yang tergabung dalam program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) tidak hanya dituntut menguasai teori manajerial keuangan, melainkan juga wajib memiliki ketahanan fisik dan kedisiplinan tinggi layaknya prajurit melalui program latihan militer.
Hal ini menandai dimulainya Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) SPPI Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta Kampung Nelayan Merah Putih yang resmi dibuka di Kota Balikpapan. Agenda strategis nasional ini diarsiteki langsung oleh Kementerian Pertahanan RI bekerja sama dengan komando kewilayahan TNI Angkatan Darat.
Digembleng Metode Tripola Dasar Kemiliteran
Mewakili Pangdam VI/Mulawarman, Kepala Staf Kodam (Kasdam) VI/Mulawarman Brigjen TNI Andy Setyawan resmi membuka jalannya diklat sppi balikpapan tersebut.
Saat membacakan amanat dari Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI, ia mempertegas bahwa tantangan global modern kini menuntut integrasi antara kekuatan pertahanan fisik dan kedaulatan ekonomi.
Untuk melahirkan generasi pemuda pembuat perubahan yang tangguh, adaptif, dan berintegritas di wilayah pedalaman serta pesisir, seluruh peserta pelatihan diwajibkan melewati Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil). Metode kurikulum yang diterapkan merujuk pada skema internal TNI, yakni Tripola Dasar.
Metode Tripola Dasar ini mencakup tiga pilar penggemblengan utama yang berjalan secara simultan:
- Pembinaan Karakter dan Disiplin: Menanamkan rasa tanggung jawab, loyalitas, kepemimpinan yang melayani, serta penguatan mental bela negara.
- Peningkatan Kompetensi Teknis: Pembekalan keterampilan manajerial taktis, manajemen pengelolaan koperasi modern, serta strategi pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih.
- Pembinaan Jasmani: Penyelenggaraan latihan fisik secara terukur untuk memastikan stamina para kader tetap prima saat diterjunkan di medan pengabdian.
“Ketahanan nasional juga ditopang oleh ketahanan ekonomi, ketahanan pangan, serta kemampuan masyarakat dalam mengelola potensi dan sumber daya yang dimiliki secara mandiri, produktif, dan berkelanjutan,” ujar Brigjen TNI Andy Setyawan mempertegas alasan pentingnya latihan semi-militer ini.
Lima Instruksi Kasdam Demi Dampak Nyata di Lapangan
Pemerintah berharap kombinasi disiplin militer dan ilmu ekonomi makro ini dapat meretas kendala klasik macetnya roda kelembagaan ekonomi di tingkat desa.
Dalam kesempatan tersebut, Kasdam VI/Mulawarman turut menitipkan lima pesan utama yang wajib diresapi oleh seluruh peserta SPPI selama masa pendidikan:
- Mematuhi dan mengikuti seluruh rangkaian kurikulum pendidikan dengan tingkat disiplin serta rasa tanggung jawab penuh.
- Selalu menanamkan nilai-nilai luhur integritas, nasionalisme, dan semangat bela negara dalam setiap denyut aktivitas.
- Terus mengasah pola pikir yang kritis, kreatif, inovatif, sekaligus adaptif terhadap dinamika tantangan zaman.
- Membangun struktur jiwa kepemimpinan yang berkarakter melayani serta menjunjung tinggi asas gotong royong.
- Menjadi agen perubahan sejati yang mampu menghadirkan formula solusi nyata bagi kemajuan koperasi dan pemberdayaan masyarakat pesisir.
- Di akhir amanatnya, jenderal bintang satu tersebut mengingatkan bahwa indikator keberhasilan utama dari Diklat SPPI ini bukanlah selembar sertifikat kelulusan atau predikat terbaik saat penutupan nanti.
Keberhasilan hakiki baru akan teruji saat para sarjana ini pulang ke daerah masing-masing dan mampu mengimplementasikan seluruh kombinasi ilmu militer serta bisnis tersebut untuk membebaskan desa dari keterpurukan ekonomi, sekaligus membangun kedaulatan pangan nasional yang berkelanjutan.(*)






