BERAU – Teka-teki hilangnya Kanisius Sengkam (24) selama 10 hari akhirnya berakhir bahagia. Pemuda yang dilaporkan hilang sejak Jumat (6/2/2026) ini ditemukan dalam keadaan selamat di pinggiran Sungai Siduung, wilayah Kampung Batu Rajang, Kecamatan Segah, Senin (16/2/2026) sore.
Penemuan korban bermula saat seorang warga bernama Atap (65) sedang mencari ikan menggunakan perahu ketinting. Di tengah keheningan aliran sungai, Atap tiba-tiba mendengar suara teriakan minta tolong yang berasal dari balik semak-semak tepi sungai.
Kapolsek Segah, Lisinius Pinem, mengonfirmasi bahwa saksi langsung menghampiri sumber suara dan mengenali ciri-ciri korban sebagai karyawan perusahaan yang tengah dicari-cari.
“Saksi melihat korban dan memastikan bahwa dia adalah Kanisius yang hilang beberapa hari lalu,” ujar Iptu Lisinius Pinem, Selasa (17/2/2026).
Kondisi Lemas Namun Sehat
Usai ditemukan, saksi segera membawa Kanisius ke camp perusahaan terdekat. Pihak perusahaan langsung memberikan makanan dan minuman untuk memulihkan tenaga korban yang tampak lemas setelah bertahan hidup selama 10 hari di alam liar.
Anggota Polsek Segah kemudian mengevakuasi Kanisius menuju Puskesmas Labanan, Kecamatan Teluk Bayur, untuk menjalani pemeriksaan medis secara menyeluruh. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa Kanisius dalam kondisi sehat dan tidak menderita luka serius.
“Alhamdulillah kondisi korban sehat. Saat ini korban sudah berkumpul kembali dan beristirahat bersama keluarganya di Kampung Tumbit Melayu,” jelas Kapolsek.
Apresiasi untuk Solidaritas Warga
Kejadian ini sempat menyita perhatian besar masyarakat Berau mengingat durasi hilangnya korban yang cukup lama. Polsek Segah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga dan pihak perusahaan yang terus membantu proses pencarian.
Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar tidak menunda laporan jika ada anggota keluarga atau rekan kerja yang hilang secara misterius.
“Semakin cepat lapor, semakin baik. Kecepatan informasi sangat membantu kami dalam memulai pencarian dan meminimalisir risiko keselamatan korban,” pungkasnya.





