NUSANTARA TERKINI – Cuaca panas ekstrem dan kemarau berkepanjangan yang melanda Kabupaten Berau saat ini tak menjadi hambatan bagi petani di Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur.
Pada Kamis (20/8/2026), petani Labanan Jaya menggelar syukuran panen padi sawah seluas 75 hektare. Panen ini menjadi kabar baik di tengah musim tanam 2026 yang menghadapi tantangan kekeringan.
Sebanyak 75 hektare sawah yang dipanen ini merupakan sebagian besar dari 118,7 hektare lahan yang dibuka tahun ini.
Bupati Berau, Sri Juniarsih yang hadir secara langsung pada panen ini menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi para petani Labanan Jaya yang tetap berupaya mempertahankan produksi pangan di tengah cuaca yang tidak menentu.
“Petani adalah pahlawan ketahanan pangan. Di tengah tantangan yang tidak mudah, mereka tetap bekerja dan berusaha agar kebutuhan pangan masyarakat dapat terus terpenuhi,” kata Bupati Sri.
Ia mengatakan, sektor pertanian merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan daerah. Untuk itu, pemerintah daerah akan terus mendorong penguatan sektor pertanian di Bumi Batiwakkal— nama lain dari Berau.
Menurutnya, regenerasi petani menjadi hal penting untuk didorong melihat pertanian bukan sekadar pekerjaan tradisional, tapi sebagai sektor usaha yang dapat dikembangkan dengan penerapan teknologi dan sistem pertanian modern.
“Tantangan ke depan tidak mudah, terutama dengan adanya perubahan iklim. Karena itu, kita harus mendorong sistem pertanian yang lebih modern dan memastikan usaha para petani mendapat dukungan,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis mengatakan, kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena perubahan cuaca seperti saat ini memberikan dampak langsung terhadap produktivitas pertanian.
“Keberlanjutan sektor pertanian perlu didukung melalui penguatan sarana dan prasarana, ketersediaan air, serta penyesuaian pola tanam dengan kondisi iklim agar produksi pangan tetap terjaga,” ujarnya.
Wabup Gamalis juga mengapresiasi petani Labanan Jaya yang mampu panen di tengah kondisi kemarau saat ini. Keberhasilan ini menunjukkan ketangguhan petani sekaligus pentingnya pengembangan pertanian yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim. (*/adv)






