NUSANTARA TERKINI – Sektor energi di Kabupaten Berau mendapat angin segar seiring berjalannya aktivitas eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) di wilayah Kecamatan Gunung Tabur.
Proyek strategis daerah ini kini resmi memasuki tahapan krusial berupa pemasangan instalasi pipa di sejumlah titik kawasan eksplorasi.
Pengembangan lapangan ini menjadi sinyal positif bagi penguatan iklim investasi di Bumi Batiwakkal. Kehadiran industri ekstraktif sektor migas tersebut diproyeksikan bakal menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi baru di tengah upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dalam melepaskan ketergantungan pada sektor pertambangan batu bara konvensional.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, membenarkan bahwa aktivitas fisik lapangan oleh perusahaan migas yang bersangkutan tengah berproses dan menunjukkan progres nyata.
“Sekarang masih berproses. Saat ini mereka sedang melakukan pengerjaan pemasangan pipa di beberapa titik lokasi yang berada di Kecamatan Gunung Tabur,” ungkap Sri Juniarsih saat memberikan keterangannya.
Peluang Penyerapan Tenaga Kerja dan Efek Domino Ekonomi
Keberlanjutan proyek migas Gunung Tabur Berau ini menyimpan potensi masif dalam menggerakkan roda perekonomian daerah. Sri Juniarsih menjelaskan, masuknya investasi di sektor hulu energi tidak sekadar menambah pundi-pundi pendapatan daerah, melainkan juga membawa dampak langsung (multiplier effect) bagi kesejahteraan masyarakat lokal.
Salah satu dampak paling signifikan yang dinantikan adalah hadirnya lapangan pekerjaan baru. Tahapan konstruksi pipa hingga operasional mendatang dipastikan membutuhkan pasokan kualifikasi tenaga kerja, yang diharapkan dapat memprioritaskan potensi SDM lokal di Berau.
Selain penyerapan tenaga kerja, pergerakan industri ini diyakini akan menghidupkan ekosistem bisnis pendukung di sekitar kawasan Gunung Tabur.
Sektor usaha penyedia jasa, katering, penginapan, hingga Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) milik warga setempat diprediksi ikut merasakan imbas positif aliran transaksi ekonomi.
“Pemerintah daerah tentu menyambut baik investasi yang masuk ke Berau. Kami berharap seluruh tahapan kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi daerah serta membuka peluang kerja bagi masyarakat,” tegasnya.
Pemkab Ingatkan Regulasi Lingkungan dan K3
Kendati menyambut terbuka hadirnya investasi bernilai tinggi ini, Pemkab Berau tetap memberikan catatan kritis terkait operasional di lapangan.
Sri Juniarsih mengingatkan agar pihak pengembang dan seluruh kontraktor pelaksana tetap mematuhi koridor hukum dan regulasi yang berlaku di Indonesia.
Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta perlindungan ekosistem lingkungan sekitar pemukiman warga menjadi hal mutlak yang tidak boleh diabaikan selama proses pemasangan pipa maupun saat tahap produksi nantinya.
Dengan pengawasan yang ketat dan komitmen kepatuhan dari pihak investor, proyek migas di Gunung Tabur diharapkan dapat beroperasi secara ramah lingkungan sekaligus menjadi pondasi kuat diversifikasi ekonomi jangka panjang bagi Kabupaten Berau.(*)






