Dari Limbah Jadi Rupiah, Pemkab Berau Dukung Kreativitas Warga Karang Ambun

diterbitkan: Kamis, 20 Agustus 2026 09:52 WITA
Bupati Berau, Sri Juniarsih saat melihat kerajinan warga Berau dari tutup botol. (Foto: Ist)

NUSANTARA TERKINI – Berbagai limbah rumah tangga saat ini mulai dimanfaatkan masyarakat di Kabupaten Berau sebagai bahan dasar pembuatan kerajinan tangan yang memiliki nilai rupiah.

Salah satunya masyarakat Kelurahan Karang Ambun yang mengolah tutup botol bekas menjadi kerajinan. Tentu diharapkan kreativitas warga tersebut tidak hanya berhenti sebagai kegiatan rumahan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kemajuan kreativitas masyarakat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) langsung turun tangan.

Baca juga  Cegah Tindakan Ilegal Fishing, Diskan Berau Fokus Awasi Penangkapan Ikan di Sungai

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita mengatakan, kreativitas masyarakat seperti ini harus mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Karena, dalam pelaksanaannya pasti ada kendala teknis yang dihadapi pengrajin.

“Saat ini prosesnya masih dilakukan secara manual, sehingga membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih ekstra. Makanya kita akan mencarikan solusi bagi pengrajin agar prosesnya tidak dijalankan secara manual,” kata Eva.

Baca juga  Pelestarian Satwa Laut yang Dilindungi, Bupati Berau Lepas Tukik di Pulau Maratua

Untuk meningkatkan hasil produksinya, tentu dibutuhkan dukungan peralatan. Karena, penggunaan alat yang sesuai, tentu akan membuat sistem kerja lebih cepat dan proses produksinya dapat lebih aman.

Menurutnya, berbagai kreativitas masyarakat harus terus didorong, termasuk dalam mengolah tutup botol bekas menjadi berkah seperti yang dilakukan warga Karang Ambun ini.

“Langkah yang dilakukan oleh warga seperti ini tentu dapat menjadi pintu masuk bagi pengembangan ekonomi kreatif berbasis lingkungan,” sebutnya.

Baca juga  Diskoperindag Berau Latih Warga Karang Ambun 'Sulap' Barang Bekas Jadi Produk Bernilai Jual

Selain itu, ia menegaskan bahwa Diskoperindag juga membuka ruang untuk pemberian pendampingan agar produk yang dihasilkan dapat berkembang menjadi produk usaha yang memiliki pasar.

“Jadi tidak setop hanya sampai pada kreativitas, tapi ada dampak ekonomi atau nilai rupiah bagi masyarakat,” pungkasnya. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait