NUSANTARA TERKINI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau ingin Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) memiliki peran lebih besar dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.
Dengan melihat potensi yang ada, penguatan kelembagaan usaha kampung ini pun mulai diarahkan pada terbukanya akses kemitraan dengan dunia usaha.
Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK), Pemkab Berau mendorong BUMK tidak berjalan sendiri dalam mengembangkan unit usahanya.
Kemitraan dengan perusahaan dan badan usaha yang beroperasi di wilayah Berau dinilai dapat menjadi salah satu jalan untuk memperluas ruang usaha BUMK.
Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu mengatakan, keberadaan perusahaan di sekitar kampung semestinya dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Salah satunya dengan melibatkan BUMK dalam berbagai peluang kerja sama.
“Harapan kami BUMK ini dapat jadi prioritas bagi perusahaan dalam melakukan kerja sama atau kemitraan,” kata Tenteram.
Kemitraan ini dinilai penting untuk memperkuat posisi BUMK ketika berhadapan dengan perusahaan berskala besar. Dengan jaringan usaha yang semakin luas, BUMK diharap mampu berkembang menjadi badan usaha yang memiliki kapasitas dan daya tawar lebih kuat.
Menurutnya, ada banyak potensi kampung yang dapat dijadikan dasar kemitraan, mulai dari pengembangan usaha, hingga pemanfaatan aset kampung agar BUMK tidak hanya mengelola usaha secara mandiri.
“BUMK yang kuat tentu akan berpengaruh terhadap peningkatan PAK (pendapatan asli kampung, karena 30 persen keuntungan BUMK wajib masuk ke kas kampung,” jelasnya.
Disebutkannya, PAK menjadi sangat penting di tengah keterbatasan fiskal kampung. Ditambah lagi dana yang diterima kampung seperti Dana Desa (DD) dari APBN dan Alokasi Dana Kampung (ADK) dari APBD juga sudah diatur secara ketat terkait penggunaannya untuk apa-apa saja.
Selain itu, BUMK juga dinilai sebagai salah satu instrumen membangun kemandirian ekonomi kampung. Pengelolaan BUMK yang profesional dinilai dapat membuka sumber pendapatan baru bagi kampung.
Untuk itu, pemerintah kampung didorong untuk terus memperkuat tata kelola BUMK, mulai dari pemetaan potensi usaha, peningkatan kapasitas pengelola, hingga membangun jaringan kemitraan. (*/adv)






