Pastikan BBM di Berau Tersedia, Wabup Gamalis Minta Masyarakat Tak Panik

diterbitkan: Senin, 31 Agustus 2026 07:09 WITA
Wabup Berau, Gamalis (dua dari kanan) saat meninjau Depot Pertamina Jober di Gunung Tabur. (Foto: Prokopim Berau)

NUSANTARA TERKINI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memberikan atensi terhadap kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah SPBU beberapa hari terakhir.

Guna memastikan persoalan yang menyebabkan kelangkaan ini, Wakil Bupati (Wqbup) Berau, Gamalis turun langsung untuk meninjau Depot Pertamina Jober di Kecamatan Gunung Tabur, Senin (31/8/2026).

Dalam tinjauan tersebut, Wabup Gamalis mendapat penjelasan terkait kedatangan pasokan BBM yang akan segera disalurkan ke SPBU yang ada di Bumi Batiwakkal— nama lain dari Berau.

Baca juga  Tingkatkan Kesejahteraan dan Pemerataan Pembangunan Jadi Alasan Pemekaran DOB BPS

“Kami sudah memastikan langsung ke depot bahwa pasokan BBM tersedia dan segera didistribusikan. Kami berharap masyarakat tetap tenang, tidak panik dan tertib dalam antrean,” imbuh Wabup Gamalis.

Selain itu, Wabup Gamalis juga meminta masyarakat untuk dapat menggunakan BBM sesuai kebutuhan agar seluruh masyarakat dapat terlayani.

Pastinya, Pemkab Berau akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

Baca juga  Biaya Keberangkatan Porprov Membengkak Rp10 Miliar, KONI Berau Tegaskan Tak Bisa Cuma Berharap ke Pemkab

“Yang terpenting, jangan manfaatkan kelangkaan ini untuk kepentingan tertentu yang justru merugikan masyarakat lainnya,” tegas Wabup Gamalis.

Sementara itu, Pengawas Operasi Depot BBM Jober Berau, Haryono mengatakan, pasokan BBM telah tiba dan proses pembongkaran akan dilakukan secara parsial.

Langkah ini dilakukan agar BBM dapat segera didistribusikan ke SPBU tanpa harus menunggu seluruh muatan selesai dibongkar.

Baca juga  Pemkab Berau Dorong Satu Kampung Satu Produk Unggulan

“Tadi pagi sudah ada. Masih menunggu air pasang. Harusnya tanggal 27 Agustus masuk. Tapi ada banyak faktor yang jadi kendala, dari internal kilang, cuaca, kemudian air surut dan kapal tongkang yang cukup padat sehingga tidak bisa merapat,” bebernya.

Untuk diketahui, pasokan yang disiapkan dalam pengiriman tersebut terdiri dari sekitar 3.000 kiloliter (KL) Biosolar, 500 KL Pertamax dan 1.500 KL Pertalite. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait