Pemkab Berau Dorong Satu Kampung Satu Produk Unggulan

diterbitkan: Kamis, 25 Juni 2026 08:54 WITA
Kampung di Berau didorong untuk lahirkan produk dengan ciri khas yang berbeda. (Foto: Nusantara Terkini)

NUSANTARA TERKIKI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) mendorong tiap kampung untuk memperkuat produk unggulannya.

Ini dilakukan Pemkab Berau sebagai langkah konkret menuju satu kampung satu produk unggulan. Salah satu tujuannya agar tidak terjadi kejenuhan pasar karena produk yang dijual itu-itu saja.

Lebih dari itu, target dari program satu kampung satu produk unggulan itu juga agar tidak terjadi persaingan yang tidak sehat di antara Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) yang ada di Bumi Batiwakkal— nama lain dari Berau.

Baca juga  Pemkab Berau Krisis Pejabat, Kinerja Instansi Mulai Dipertaruhkan

Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu mengatakan, saat ini sudah ada beberapa kampung di Berau yang memperkuat produk unggulannya, salah satunya Kampung Giring-Giring.

“Bisa belajar dari sama (Kampung Giring-Giring), karena BUMK di daerah ini sudah berhasil mengolah kelapa menjadi minyak goreng jernih dan sabun berkualitas tinggi,” kata Tenteram.

Ia mengingatkan, jangan semua kampung membuat produk yang sama. Karena hal itu akan membuat persiapan baru lagi setelah produk itu hadir di pasaran.

Baca juga  Program MBG Bisa Bawa Peluang untuk Petani Lokal, Bupati Minta Seluruh Pihak Ikut Mensukseskan Pelaksanaan MBG

“Kalau produknya sama, maka tantangannya di pemasaran lagi. Jadi harus ada ciri khas dari tiap-tiap produk yang dihasilkan,” tuturnya.

Legalitas Produk Giring-Giring Terbit Juli

Tenteram memastikan bahwa legalitas produk Kampung Giring-Giring akan terbit pada Juli 2026 dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Setelah mengantongi izin, produk dari kampung ini akan langsung dipasarkan ke sektor pariwisata premium.

Baca juga  Modal Rp200 Juta Hasilkan 20 Ton Semangka, Ini Cara Dumaring Manfaatkan Lahan Tidur

“Targetnya hotel, resort, hingga homestay di Berau memakai produk ini sebagai bentuk dukungan terhadap produk lokal,” katanya.

Melalui program SIGAP, DPMK Berau telah memberikan fasilitas alat pengolahan yang modern. Makanya saat ini minyak kelapa yang diproduksi sudah jauh lebih jernih dan aromanya juga stabil.

“Kita terus mendorong kampung lain agar bisa menciptakan produknya yang khas. Kami dari pemerintah daerah siap melakukan pendampingan,” pungkasnya. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait