BERAU – Sejumlah ruas jalan di Kecamatan Tanjung Redeb dalam kondisi gelap gulita. Hal ini karena beberapa titik Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di ruas jalan tersebut padam. Seperti misalnya yang ada di Jalan Milono dan Jalan APT Pranoto.
Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi pun meminta Pemkab Berau melalui instansi terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub) Berau untuk bisa segera bertindak. Pasalnya, kondisi jalan yang gelap gulita tanpa LPJU beprotensi mengancam keselamatan masyarakat.
“Ini sudah dikeluhkan oleh masyarakat, masa mau dibiarkan begitu saja? Pemerintah harus segera bertindak, lakukan penanganan, perbaikan,” tegasnya.
Dia menjelaskan, mengapa keberadaan LPJU penting. Menurutnya, kondisi jalan yang gelap tidak hanya mengganggu visibilitas masyarakat pengguna jalan. Namun kondisi tersebut juga berpotensi meningkatkan risiko terjadinya tindak kriminalitas, khususnya saat malam tiba.
Sumadi menekankan bahwa penerangan jalan merupakan bagian dari infrastruktur dasar yang harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Lampu jalan, menurutnya, bukan sekadar fasilitas, tapi penunjang utama keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Sebelumnya, Bupati Berau, Sri Juniarsih juga sudah menyoroti kondisi LPJU di beberapa wilayah di Berau. Menurutnya, di tengah upaya daerah mengampanyekan pariwisata, kondisi jalanan utama malah gelap gulita kala malam hari.
“Padahal program ini sudah diprioritaskan pada tahun lalu,” sebutnya.
Melansir dari Berauterkini.co pada 2023, PJU telah berdiri di 616 titik. Difokuskan pada titik kawasan perkotaan dan kampung di 13 kecamatan. Saat itu anggaran yang digelontorkan senilai Rp20 miliar.
Setahun setelahnya, Pemkab Berau membangun 1.073 PJU solarcell yang tersebar di 13 kecamatan. Empat kecamatan dengan PJU terbanyak adalah Tanjung Redeb, Sambaliung, Teluk Bayur, dan Gunung Tabur dengan nilai anggaran Rp60 miliar. (adv)





