Bapanas Temukan Selisih Harga Beras di Berau, Satgas Pangan Siap Telusuri Distributor

diterbitkan: Rabu, 18 Februari 2026 01:04 WITA
Foto: Tim gabungan Bapenas kala melakukan sidak di Pasar Sanggam Adji Dilayas jelang ramadan 2026.

BERAU, – Badan Pangan Nasional (Bapanas) bergerak cepat mengamankan stabilitas pangan di Kabupaten Berau menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Pemerintah memfokuskan pengawasan pada tiga poin utama: ketersediaan pasokan, pemerataan distribusi, dan stabilitas harga.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, menyampaikan komitmen tersebut saat meninjau langsung sejumlah toko beras di Berau, Selasa (17/2/2026). Dalam pemantauannya, tim Bapanas menemukan fakta bahwa harga jual beras di lapangan telah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku.

“Kami menemukan adanya perbedaan harga. Temuan dalam dua hari terakhir ini menjadi bahan evaluasi untuk menelusuri rantai pasok secara menyeluruh, mulai dari pedagang, agen, hingga ke tingkat penggilingan,” ujar Maino.

Baca juga  Pantau Hilal di Five Premier Hotel Samarinda, Kemenag Menunggu Keputusan Pusat
Telusuri Rantai Pasok dari Hulu ke Hilir

Bapanas akan meninjau kembali faktor-faktor yang memicu lonjakan harga, termasuk harga gabah di tingkat petani yang memengaruhi harga beras di pasaran. Maino menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan HET melalui Keputusan Kepala Bapanas Nomor 299 Tahun 2025 sebagai batas tertinggi bagi konsumen.

Namun, ia mengakui adanya dinamika harga bahan baku di tingkat hulu yang kerap menekan harga akhir di tingkat pengecer. Khusus untuk wilayah Kalimantan, penentuan harga masuk dalam Zona Dua dalam pembagian wilayah harga beras nasional.

Baca juga  Ngaku Jadi Admin, Wanita Asal Lumajang Ini Nipu Selama 3 Tahun
Ketergantungan Pasokan Luar Daerah

Maino memaparkan bahwa Kabupaten Berau masih memiliki tantangan besar dalam kemandirian pangan. Hingga saat ini, sekitar 80 persen kebutuhan beras masyarakat Berau masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Kondisi tersebut memicu harga beras di Bumi Batiwakkal cenderung lebih tinggi daripada daerah produsen. “Biaya transportasi dan distribusi yang tinggi menjadi faktor utama yang mendongkrak harga beras di sini,” terangnya.

Baca juga  Jelang Lebaran, Elita Herlina Minta Satpol PP Tak Berhenti Awasi Penggunaan Petasan dan Perdagangannya
Imbauan dan Pengawasan Satgas Pangan

Menjelang puncak permintaan di bulan puasa, Bapanas mengimbau seluruh pelaku usaha—mulai dari petani, peternak, hingga distributor—untuk menjaga stabilitas harga dan tidak melakukan praktik spekulasi.

Pemerintah juga akan mengoptimalkan peran Satgas Pangan untuk melakukan pengawasan ketat di lapangan. Langkah ini bertujuan memastikan distribusi berjalan lancar tanpa hambatan, sehingga pasokan pangan bagi warga Berau tetap aman hingga Lebaran mendatang.

Topik: ,
Bagikan:
Berita Terkait