NUSANTARA TERKINI – Gelombang kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi unggulan di Kabupaten Berau, mulai dari eksotisme Pulau Derawan dan Maratua hingga beningnya Labuan Cermin, terus menunjukkan tren positif sebagai primadona pariwisata Kalimantan Timur.
Tak hanya wisata bahari, objek wisata daratan seperti Air Panas Pemapak Bapinang kini mulai mencuri perhatian dan ramai dipadati pengunjung.
Momentum ini dipandang Pemerintah Kabupaten Berau sebagai peluang emas untuk memperkuat promosi sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat di berbagai lini.
Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, menegaskan, arus kunjungan yang tinggi memberikan dampak domino yang luar biasa bagi pelaku usaha lokal.
Sektor UMKM, transportasi, hingga jasa perhotelan merasakan langsung perputaran uang dari para pelancong.
“Pergerakan wisatawan ini sangat berdampak pada UMKM, transportasi, hingga jasa lainnya. Ini yang terus kita dorong agar manfaatnya dirasakan luas oleh masyarakat,” kata Said, Selasa (24/3/2026).
Untuk menjaga kenyamanan wisatawan, Said menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak hanya gencar melakukan promosi, tetapi juga menjamin kesiapan fasilitas fisik, kebersihan, dan standar keamanan di lapangan.
Saat ini, Berau tercatat memiliki kekayaan 225 destinasi wisata yang terdiri dari 159 wisata alam, 39 wisata budaya, 27 wisata buatan, serta 18 desa wisata yang terus dipoles.
Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar pengalaman wisatawan tetap berkesan dan mendorong mereka untuk kembali berkunjung di masa depan.
Optimisme serupa juga dirasakan di tingkat tapak, khususnya di Pulau Derawan yang mengalami lonjakan pengunjung signifikan.
Kepala Kampung Pulau Derawan, Indra Mahardika, mengungkapkan, membludaknya wisatawan membawa angin segar bagi kesejahteraan warga.
Seluruh sektor ekonomi, mulai dari kelas penginapan resort hingga penyewaan sepeda listrik dan kuliner khas, bergerak aktif menyambut tamu.
“Alhamdulillah, kedatangan wisatawan ini sangat membantu ekonomi warga. Hampir semua sektor berjalan, mulai dari transportasi laut, penyewaan sepeda listrik, penginapan, resort, homestay, UMKM, hingga kuliner khas Derawan,” tuturnya.
Di balik keuntungan ekonomi yang diraih, pihak pemerintah kampung tetap menempatkan aspek lingkungan sebagai prioritas yang tidak bisa ditawar.
Indra mengingatkan, keindahan Derawan harus dijaga bersama agar tidak rusak oleh sampah plastik.
Fasilitas tempat sampah telah disiagakan di berbagai titik strategis untuk memudahkan wisatawan menjaga kebersihan.
“Kami mengimbau kepada seluruh wisatawan agar tidak membuang sampah sembarangan. Fasilitas tempat sampah sudah kami siapkan,” tegas Indra.
Selain masalah sampah, perlindungan terhadap ekosistem laut, terutama penyu yang menjadi ikon utama Derawan, juga menjadi sorotan.
Wisatawan diminta untuk tetap bijak dan tidak berlebihan saat berinteraksi dengan satwa dilindungi tersebut demi menjaga kelestarian habitatnya.
Indra juga mengajak seluruh pengunjung untuk menikmati pesona Bumi Batiwakkal dengan penuh rasa tanggung jawab.
“Kami juga mengingatkan, saat berinteraksi dengan penyu agar tidak berlebihan, demi menjaga kelestariannya. Silakan nikmati keindahan alam Pulau Derawan dengan selalu menjaga kebersihan dan ekosistem sekitarnya,” pungkasnya. (Adv)





