BERAU – Dinas Perikanan Berau kembali masuk menjadi salah satu kategori OPD penerima Arindama Award. Wakil Bupati Berau, Gamalis menegaskan Pemkab Berau mendorong pengembangan nilai tambah ekonomi dari sektor perikanan.
Hal tersebut menurut Gamalis sudah sejalan dengan dokumen RPJMD Provinsi Kaltim 2025–2029 yang menekankan integrasi antara pariwisata dan perikanan. Gamalis menyebut potensi perikanan sangat besar, dan sektor kelautan dan perikanan menjadi salah satu pilar penting pembangunan daerah.
“Contohnya waktu di 2023, produksi peerikanan Berau mencapai 33.475 ton. Sedangkan di 2024, naik menjadi 39.049 ton. Ini menunjukkan bahwa ada kenaikan produksi dalam sektor perikanan di Berau,” kata Gamalis.
Dia menyebut, sektor perikanan berpotensi strategis dalam mendukung upaya mewujudkan ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk mempertahankan hal tersebut, Pemkab Berau dikatakannya sudah melakukan sejumlah program prioritas.
Beberapa program prioritas yang dijalankan antara lain perikanan tangkap, berupa bantuan sarana usaha, pelatihan nelayan kecil, pengelolaan TPI, dan penerbitan izin kapal. Perikanan budidaya, mencakup pelatihan, bantuan prasarana, pengelolaan kesehatan ikan, hingga penyediaan sarana pembudidaya.
Pengawasan sumber daya perikanan, sesuai kewenangan kabupaten. Pengolahan dan pemasaran hasil perikanan, melalui pembinaan, fasilitasi, dan dukungan bagi pelaku usaha mikro dan kecil.
Arindama merupakan penghargaan yang diberikan kepada daerah yang menunjukkan pencapaian terbaik dalam mendorong pertumbuhan investasi serta pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. (adv)





