BERAU – Penggunaan gawai atau gadget pada anak sudah tidak bisa dipungkiri lagi. Selain karena kemajuan teknologi memang mendukung penggunaannya, gadget juga kerap dimanfaatkan untuk sarana penunjang kegiatan belajar mengajar.
Namun bagi Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, penggunaan gawai khususnya ponsel pada anak-anak tetap harus dilakukan di bawah pengawasan orang tua. Sedangkan, penggunaan ponsel pada siswa di sekolah, tidak boleh lepas dari perhatian guru.
“Karenanya, orang tua harus bekerja sama dengan pihak sekolah, terutama guru-guru yang mengajar Karena saat ini, sekolah juga mulai menggunakan ponsel untuk kegiatan belajar,” terang Sumadi.
Meski tujuannya digunakan untuk kegiatan belajar, namun saat istirahat sekolah anak-anak tetap memiliki waktu untuk bebas bermain ponsel. Saat itu lah penggunaannya harus diawasi.
Dia menyebut, pengawasan perlu dilakukan untuk memastikan penggunaan ponsel tersebut dilakukan sesuai dengan kebutuhan anak-anak. Sumadi tidak ingin, anak-anak terpapar konten negative atau yang tidak sesuai dengan usia mereka.
“Belum lagi dampak dari kecanduan bermain ponsel. Ke depan, bisa membuat anak-anak malas belajar, dan tidak bisa lepas dari HP,” sambungnya.
Sumadi memahami benar bahwa saat ini, di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, sehingga penggunaan ponsel memang sudah menjadi salah satu kebutuhan yang tidak lagi bisa dihindari.
Namun dia meyakini, dengan pengawasan yang optimal, penggunaan ponsel pada anak-anak bisa memberikan dampak positif yang mendukung kemajuan dan peningkatan kualitas belajar anak-anak (adv)






