DPRD Berau Minta Pengawasan Dapur MBG Diperketat, Mencakup Seluruh Aspek hingga Urusan Teknis

diterbitkan: Jumat, 21 November 2025 04:09 WITA
Inspeksi mendadak Presiden Prabowo Subianto di salah satu dapur MBG di Jakarta (IST)

BERAU – Pelaksanana program prioritas Presiden RI, Prabowo Subianto, berupa pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian seluruh masyarakat Indonesia. Berau pun menjadi salah satu daerah yang sudah melaksanakan program tersebut.

Dalam pelaksanaan MBG, DPRD Berau meminta pemerintah daerah melakukan pengawasan ketat terhadap keberadaan dapur MBG yang menjadi lokasi penyedia makanan. Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto mengingatkan, agar pengawasan dilakukan secara menyeluruh.

Baca juga  Tidak Hanya Bergantung di Sektor Pertambangan, DPRD Dorong Pariwisata Bisa jadi Sektor Unggulan

“Harus benar-benar serius dalam mengawasi. Ini bukan sebatas bagi-bagi makanan, tapi juga berhubungan dengan kesehatan anak-anak kita,” terang Subroto.

Dia menambahkan, pengawasan bahkan harus dilakukan hingga ke urusan teknis. Pasalnya, berurusan dengan makanan, terutama dalam jumlah banyak bukan hal yang muda. Kebersihan, dan kehigenisan makanan harus benar-benar menjadi prioritas utama.

Baca juga  DPRD Harap Bencana Daerah Bisa Teratasi dengan Optimal Jika BPBD dan Unitb Damkar Resmi Berpisah

“Kalau soal menu, pasti tidak bisa menyesuaikan selera semua orang. Tapi hal paling mendasar itu dipastikan kebersihan, kelayakan, dan kesehatannya,” tegasnya.

Subroto mendorong Pemkab Berau, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau agar bisa rutin memberikan pengarahan secara berkelanjutan. Ia juga meminta Dinkes Berau untuk aktif terjun langsung ke lapangan guna melakukan inspeksi rutin ke seluruh dapur MBG.

Baca juga  Status Kawasan Budidaya Kehutanan Disebut Berpotensi Hambat Pembangunan di Daerah

Menurutnya, pengawasan konsisten merupakan bagian penting dari keberhasilan program, terutama untuk memastikan standar higienitas tidak mengalami penurunan di tengah pelaksanaan.

Sementara itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menekankan bahwa MBG tidak semata-mata menyediakan makanan bergizi untuk anak sekolah, tetapi juga menghidupkan perekonomian lokal.

“Program ini bukan hanya soal memberi makan anak sekolah, tapi juga mendorong perputaran ekonomi daerah melalui pertanian dan koperasi lokal,” tutupnya. (adv)

Bagikan:
Berita Terkait