SAMARINDA – Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud mengungkapkan sejumlah kerusakan yang terjadi di Kantor DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar Samarinda. Kerusakan di sejumlah titik didapat usai aksi demonstrasi yang dilakukan gabungan mahasiswa Kaltim dan masyarakat sipil pada Senin (1/9/2025) lalu.
Hasan menyayangkan sejumlah aksi vandalisme yang dilakukan oknum demonstran. Saat ini bekas coretan di pagar dan dinding kantor DPRD Kaltim masih tampak dan belum dibersihkan.
“Perbuatan seperti itu jelas tidak dibenarkan. Bahkan masuk dalam kategori tindakan anarkis,” terangnya.
Pimpinan DPRD Kaltim tersebut juga mengungkapkan bahwa seluruh biaya perbaikan atas kerusakan tersebut menjadi tanggung jawab Sekretariat DPRD Kaltim. Karena tidak ada anggaran dari pemerintah daerah untuk memperbaiki kerusakan yang ada.
“Kerusakan ini mencakup pencoretan, pengrusakan, dan hilangnya beberapa asset seperti CCTV,” tambahnya.
Hasan menerangkan, selain hilang ada empat unit CCTV yang terpasang juga mengalami pengrusakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. “Untuk CCTV mau tidak mau diganti, dan kami masih belum tahu ada anggarannya atau tidak,” bebernya.
Hasanuddin menekankan, pihaknya tidak menolak aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa maupun masyarakat, asalkan berjalan tertib, damai dan sesuai aturan.





