NUSANTARA TERKINI – Mengawali pekan pertama pasca libur panjang Idulfitri 1447 Hijriah, Bupati Berau, Sri Juniarsih, memberikan instruksi khusus kepada seluruh jajarannya.
Fokus utama diarahkan pada target pengoperasian rumah sakit baru yang dijadwalkan mulai melayani masyarakat pada Mei 2026 mendatang.
Dalam Apel Senin yang berlangsung khidmat pada 30 Maret 2026, Sri Juniarsih menekankan bahwa momentum Syawal harus menjadi titik balik semangat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk kembali mengabdi.
Mengingat waktu efektif yang tersisa hanya tinggal satu bulan, koordinasi lintas sektor menjadi harga mati.
Koordinasi Lintas Sektor Tanpa Hambatan
Bupati menginstruksikan Sekretaris Daerah (Sekda), para asisten, hingga jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, dan DLHK untuk segera bersinergi.
Kelayakan infrastruktur dan kebersihan kawasan menjadi poin utama yang harus tuntas sebelum pintu rumah sakit dibuka bagi pasien.
“Fokus utama diarahkan pada kesiapan infrastruktur, kebersihan kawasan, hingga konstruksi bangunan agar dapat dimanfaatkan secara optimal,” tegas Sri Juniarsih.
Beliau meminta agar setiap detail progres persiapan dikawal dengan sangat ketat. Hal ini dilakukan guna memastikan pemanfaatan fasilitas kesehatan tersebut tidak meleset dari jadwal yang telah ditetapkan.
Skema Transisi Pelayanan
Untuk memastikan transisi berjalan mulus, Pemkab Berau telah menyiapkan skema pelayanan bertahap. Pada tahap awal di bulan Mei nanti, rumah sakit baru akan difokuskan untuk melayani pasien rawat jalan.
Langkah ini diambil sembari menunggu proses kelengkapan izin operasional rampung secara menyeluruh. Sementara itu, untuk layanan rawat inap, untuk sementara waktu masih akan dipertahankan di bangunan rumah sakit yang lama.
Pembagian fungsi ini diharapkan dapat meminimalisir hambatan teknis sehingga masyarakat tetap mendapatkan akses kesehatan yang prima selama masa transisi gedung baru.
Komitmen Pelayanan Publik
Bupati Sri Juniarsih mengingatkan bahwa kehadiran rumah sakit baru ini merupakan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan derajat kesehatan di Bumi Batiwakkal. Oleh karena itu, kesiapan fasilitas tidak boleh ditawar lagi.
“Pastikan seluruh infrastruktur yang ada di rumah sakit itu bisa dilaksanakan, kemudian juga kebersihannya, seluruh konstruksi yang ada itu dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (*/Andrikni/ Nusantara Terkini)





