Evaluasi Sistem Drainase Kota, Ketua DPRD Minta Parit yang Tertutup Segera Dibuka Kembali

diterbitkan: Selasa, 7 April 2026 09:24 WITA
Ketua DPRD Berau Dedi Okto
Ketua DPRD Berau Dedi Okto saat hadiri Musrenbang Kabupaten. (Foto: Andrikni/NT)

NUSANTARA TERKINI – Persoalan banjir yang kerap melanda kawasan perkotaan di Kabupaten Berau usai hujan deras kini menjadi perhatian serius legislatif.

Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menilai kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga menunjukkan adanya penurunan kualitas tata kelola kota.

Salah satu temuan krusial di lapangan adalah penutupan parit yang berdampak pada terganggunya aliran air menuju gorong-gorong utama. Akibatnya, air tidak terserap maksimal dan justru meluap ke badan jalan serta permukiman warga.

Baca juga  12 Tahun Dianaktirikan Pemkab, Warga Biatan Perbatasan Berau-Kutim Siap Melawan

“Setelah parit ditutup, air tidak masuk ke gorong-gorong dengan lancar. Ini yang harus segera dievaluasi dan dibuka kembali agar aliran air lancar,” tegas Okto, Selasa (7/4/2026).

Titik Banjir Baru Bermunculan

Politisi Partai NasDem ini mengungkapkan kekhawatirannya lantaran sejumlah titik yang sebelumnya aman, kini mulai tergenang saat hujan intensitas tinggi.

Lokasi seperti Jalan Murjani dan Jalan Diponegoro menjadi contoh nyata munculnya titik banjir baru yang sebelumnya tidak pernah terdampak.

Baca juga  Geruduk Kantor DPRD Kaltim, Mahasiswa Minta Inpes 1/2025 Dibatalkan

Okto menilai fenomena ini merupakan sinyal kuat adanya masalah serius dalam sistem drainase perkotaan yang perlu segera dibenahi secara menyeluruh.

“Banyak jalan yang dulunya tidak banjir, sekarang justru tergenang. Ini jelas mengkhawatirkan dan mencerminkan buruknya pengelolaan aliran air kita,” imbuhnya.

Desak DPUPR Perbesar Saluran

Selain masalah penutupan parit, Okto juga menyoroti dimensi saluran pembuangan yang dinilai terlalu kecil.

Ukuran yang tidak memadai ini membuat sampah mudah menyumbat aliran, sehingga debit air yang tinggi saat hujan deras langsung meluap ke permukaan.

Baca juga  Layanan IGD dan Rawat Inap Tutup Akibat Kekurangan Nakes

Ia pun mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau untuk segera melakukan kajian ulang teknis dan terjun langsung ke lapangan guna mengidentifikasi titik-titik penyumbatan.

“Lubang pembuangannya kecil sehingga mudah tersumbat. Saya minta saluran ini diperbesar. DPUPR harus turun langsung, lihat kondisi sebenarnya di lapangan, jangan hanya menunggu informasi viral di media sosial baru bergerak,” pungkasnya.(*/Andrikni/NT)

Bagikan:
Berita Terkait