Gamalis Minta Seluruh OPD Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Karhutla: Respons Cepat Penanganan Saat Ada Insiden

diterbitkan: Kamis, 21 Mei 2026 11:03 WITA
Wakil Bupati Berau, Gamalis.

NUSANTARA TERKINI – Kabupaten Berau selama beberapa waktu ini tengah berhadapan dengan kondisi cuaca ekstrem yang terjadi akibat suhu panas di atas 30 derajat celcius. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) termasuk juga bencana kebakaran di kawasan permukiman.

Merespons hal tersebut, Wakil Bupati Berau, Gamalis meminta seluruh instani terkait untuk mematangkan persiapan dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran.

Baca juga  Program Satu Orang Satu Pohon, Bupati Sri: Pemerintah Daerah Tak Tinggal Diam dengan Ancaman Bencana

“Ada beberapa titik yang potensinya mulai menunjukkan peningkatan. Hal tersebut harus diwaspadai sejak sekarang,” jelas Gamalis. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), hingga Dinas Sosial diminta memperkuat koordinasi dan mempercepat respons penanganan ketika terjadi insiden kebakaran.

“Damkar, BPBD, termasuk Dinas Sosial dan instansi terkait harus benar-benar standby dan terus memantau informasi sedini mungkin ketika terjadi kebakaran,” tuturnya.

Baca juga  APBD Berau 2026 Disepakati, Bupati Sri Pastikan Urusan Wajib dan Strategis Tetap Prioritas

Ia menegaskan, kecepatan penanganan menjadi hal penting agar api dapat segera dikendalikan sebelum menjalar lebih luas ke kawasan hutan maupun permukiman padat penduduk.

Selain meminta petugas untuk bersiap, Gamalis juga mendorong peran serta masyarakat untuk berkolaborasi dalam melakukan pengawasan dan pencegahan terhadap potensi kebakaran. Menurutnya, upaya mitigasi di tingkat lingkungan perlu diperkuat mengingat tingginya risiko kebakaran saat musim kemarau.

Baca juga  Sikapi Teror Buaya di Berau, Bupati Sri Cari Lokasi Strategis untuk Tempat Penangkaran

Pihaknya berharap, dengan kolaborasi antara petugas dan masyarakat potensi kebakaran selama cuaca panas ekstrem di Bumi Batiwakkal bisa dicegah dan ditekan dampaknya. (adv)

Bagikan:
Berita Terkait