Harga TBS di Berau Tak Kompetitif, Sutami Sebut Petani Pilih Jual Hasil Panen ke Kutai Timur

diterbitkan: Senin, 5 Mei 2025 04:24 WITA
Ilustrasi Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit

BERAU – Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami menilai harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit yang ada di wilayahnya tidak kompetitif. SItuasi ini mengakibatkan, banyak petani di wilayah pesisir lebih memilih menjual hasil panen mereka ke perusahaan yang adai di Kutai Timur.

Sutami menuturkan, beberapa perusahaan di Kutai Timur disebut-sebut membeli hasil panen petani Berau dengan harga yang lebih baik dari harga yang ditawarkan para perusahaan di Berau.

Baca juga  Lestarikan Budaya Lokal, DPRD Berau Minta Pemkab Siapkan Fasilitas Latihan dan Kompetisi Tari Tradisional

“Dua contoh perusahaan yang kami terima informasinya itu BHL dan PTH. Mereka membeli dengan harga lebih tinggi,” tutur Sutami.

Dia tidak menyalahkan keputusan para petani sawit di Berau. Menurutnya itu sebuah langkah logis di tengah kondisi ekonomi seperti saat ini. Bleum lagi jarak pabrik pengolahan sawit di Berau yang relative lebih jauh dari wilayah perkebunan.

Baca juga  Puskesmas 24 Jam Sudah Beroperasi di Gunung Tabur, Pemkab Diminta Rutin Lakukan Peningkatan Kapasitas SDM

“Ini kendala serius sebenarnya. Karena selain harga, petani juga mempertimbangkan jarak,” tambahnya.

Namun soal urusan harga, Sutami dengan tegas meminta perusahaan di Berau untuk bisa menyesuaikan skema pembelian sesuai dengan regulasi yang sudah ada. Terlebih, pemerintah melalui Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Kalimantan Timur sudah menerapkan ketetapan harga beli TBS.

“Selama ini, ketika harga turun mereka langsung membeli dengan penyesuaian harga. Giliran harga dalam kondisi naik, lambat untuk mereka menyesuaikan harga,” tutup Sutami. (adv)

Baca juga  DPRD Minta PLN dan PT Berau Coal Bisa Berkompromi untuk Tekan Biaya Produksi Listrik
Bagikan:
Berita Terkait