NUSANTARA TERKINI – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat inflasi tahunan (y-on-y) Kaltara pada Maret 2026 sebesar 3,12 persen.
Data berdasarkan pantauan lapangan di tiga daerah, yakni Tarakan, Tanjung Selor dan Nunukan, menunjukkan terjadi kenaikan indeks harga konsumen (IHK) dari 106,36 poin pada Maret 2025 menjadi 109,68 poin pada Maret 2026.
Kepala BPS Kaltara, Mustaqim menyebutkan, inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, di antaranya pada kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 6,67 persen.
“Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, di antaranya kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,41 persen,” sebut Mustaqim.
Adapun komoditas pemicu atau yang dominan memberikan sumbangan inflasi y-on-y pada Maret 2026, mulai dari emas perhiasan, tarif air minum PAM, daging ayam ras, tarif rumah sakit, beras, ikan bandeng, nasi dengan lauk, telur ayam ras, angkutan udara, hingga tarif listrik.
Untuk andil deflasi sendiri dipicu oleh beberapa komoditas, mulai dari cabai rawit, jagung manis, sawi hijau, kangkung, bawang putih, cabai merah, tomat, sabun detergen bubuk, pengharum cucian/pelembut hingga kacang panjang.
Sementara untuk inflasi bulanan (m-to-m) pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,57 persen dan inflasi tahun kalender (y-to-d) sebesar 1,14 persen. (*/Fawdi/NT)





