NUSANTARA TERKINI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus menggenjot percepatan pemerataan layanan listrik di seluruh wilayah Kaltara.
Tak hanya dari pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltara, percepatan pemerataan layanan listrik melalui program bantuan pasang baru listrik (BPBL) tahun 2025 juga mendapat support dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Di tahun 2025, sebanyak 1.787 rumah tangga di Kaltara menerima BPBL. Terbaru, penyerahan BPBL tahun 2025 dilakukan secara simbolis kepada masyarakat di Desa Setabu, Sebatik Barat, Nunukan pada Rabu (4/3/2026).
Penyerahan itu dilakukan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara Denny Harianto, bersama anggota Komisi VII DPR RI Rahmawati, serta Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kaltara Kornie Serliany.
Program BPBL ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam pemerataan akses energi dan pelayanan dasar bagi masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan RI-Malaysia di Kaltara.
Denny menegaskan bahwa listrik memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Listrik bukan hanya untuk penerangan, tapi untuk mendukung pendidikan anak-anak, layanan kesehatan dan usaha masyarakat,” kata Denny.
Realisasi bantuan tahun 2025 sebanyak 1.787 rumah tangga ini mencakup 1.516 rumah tangga yang dibiayai APBN lewat Kementerian ESDM dan 271 rumah tangga melalui APBD Kaltara.
Harapannya bantuan ini dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif dan mendorong pertumbuhan ekonomi keluarga.
Selain BPBL, Pemprov Kaltara juga terus mengupayakan pembangunan listrik desa di wilayah Kaltara yang masih terisolasi dan belum terjangkau akses energi.
Sementara itu, Rahmawati mengapresiasi sinergi antara pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM, Pemprov Kaltara, pemerintah kabupaten/kota, serta PT PLN (Persero).
“Listrik adalah kebutuhan dasar dan simbol kemajuan, terutama bagi masyarakat perbatasan,” katanya.
Ia pun menegaskan komitmennya di Parlemen untuk terus mendorong pemerataan infrastruktur dasar, termasuk percepatan target akses listrik 100 persen hingga ke daerah terpencil dan perbatasan Kaltara.
“Kami berharap fasilitas ini digunakan sebaik-baiknya untuk kegiatan yang bermanfaat dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” pungkasnya. (**)





