NUNUKAN – Upaya pencarian terhadap pesawat Pelita Air yang jatuh di kawasan pegunungan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, berakhir duka. Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, dan warga setempat berhasil menemukan sang pilot dalam kondisi meninggal dunia.
Pesawat yang mengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) tersebut sebelumnya dilaporkan jatuh sekitar pukul 12.20 WITA. Pesawat nahas itu tengah menempuh rute penerbangan dari Long Bawan, Krayan, menuju Kota Tarakan.
Titik Jatuh Ditemukan Tim Gabungan
Setelah melakukan penyisiran intensif, personel dari Kodim 0911/Nunukan dan Koramil 0911-06/Krayan berhasil menemukan titik koordinat jatuhnya pesawat. Lokasi yang berada di medan pegunungan yang sulit tidak menyurutkan langkah prajurit untuk segera mencapai puing-puing pesawat.
Berdasarkan informasi dari akun Instagram resmi Kodam VI/Mulawarman (@kodam_mlw), prajurit yang tiba di lokasi langsung melakukan pengamanan area sebelum akhirnya menemukan keberadaan sang pilot.
“Setibanya di titik jatuh, prajurit langsung melaksanakan pengamanan area serta melakukan pencarian terhadap korban,” tulis unggahan resmi Kodam Mulawarman.
Pilot Gugur Saat Bertugas
Dalam proses penyisiran tersebut, tim menemukan jasad sang pilot yang diketahui bernama Hendrik. Hendrik dilaporkan menerbangkan pesawat tersebut seorang diri tanpa adanya awak kabin maupun penumpang lain di dalamnya.
“Dari hasil penyisiran di lokasi, satu orang pilot ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” lanjut pernyataan dari pihak Kodam Mulawarman.
Hingga saat ini, fokus utama petugas adalah melakukan evakuasi jenazah dari lokasi jatuhnya pesawat menuju fasilitas kesehatan terdekat. Penyelidikan mengenai penyebab jatuhnya pesawat pengangkut logistik BBM ini juga diharapkan segera dilakukan oleh pihak berwenang begitu proses evakuasi rampung.





