NUSANTARA TERKINI – Aksi kekerasan menggunakan senjata tajam kembali mengguncang Kota Tanjung Redeb. Seorang pria bernama Ramli (57) menjadi korban penikaman brutal oleh orang tak dikenal (OTK) di rumahnya sendiri yang ada di kawasan Jalan Bujangga, Kecamatan Tanjung Redeb, Selasa (28/4/2026) malam.
Akibat serangan mendadak tersebut, korban harus dilarikan ke rumah sakit dengan kondisi kritis akibat dihujani sedikitnya 8 luka tusukan di sekujur tubuhnya.
Pihak kepolisian dari Polres Berau bergerak cepat mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku di balik aksi sadis ini.
Detail Luka Korban: Serangan dari Perut Hingga Punggung
Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto melalui Kasubsipenmas Iptu Muhammad Kasim Kahar merincikan kengerian yang dialami korban. Berdasarkan pemeriksaan medis, pelaku menyerang korban secara membabi buta di beberapa bagian vital.
“Korban mengalami luka tusuk di bagian perut satu tusukan, lengan kiri tiga tusukan, bawah ketiak kiri satu tusukan, serta punggung sebanyak lima tusukan,” jelas Iptu Kasim, Rabu (29/4/2026).
Selain luka tusuk yang dalam, ditemukan pula beberapa luka sayatan kecil di bagian tubuh dan tangan korban.
Polisi Buru Pelaku dan Dalami Motif
Hingga saat ini, identitas maupun motif pelaku melakukan penikaman tersebut masih menjadi misteri.
Penyidik dari Unit Reskrim dan Identifikasi Polres Berau telah dikerahkan untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan informasi guna melacak keberadaan OTK tersebut.
“Proses penyelidikan masih terus berjalan dan pelaku masih dalam pengejaran,” tegas Iptu Kasim.
Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat yang berada di sekitar lokasi kejadian atau memiliki informasi terkait keberadaan pelaku agar segera melapor ke kantor polisi terdekat.
Kondisi Terkini Korban
Beruntung, nyawa Ramli berhasil diselamatkan setelah tim medis RSUD dr Abdul Rivai melakukan operasi darurat (cito) pada dini hari tadi selama 3,5 jam.
Operasi yang berlangsung selama lebih dari tiga jam tersebut berhasil menstabilkan kondisi korban yang sempat kritis akibat kehilangan banyak darah.
Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU dalam pengawasan ketat pihak rumah sakit.(Ika/NT)






