NUSANTARA TERKINI – Fakta baru mulai terungkap dalam kasus penangkapan kurir narkotika jenis sabu seberat 10 kilogram oleh jajaran Satresnarkoba Polres Berau.
Tersangka berinisial SS diketahui merupakan pemain lama, yang sudah berulang kali berhasil meloloskan barang haram tersebut ke berbagai wilayah di luar daerah.
Penyidik menemukan bukti bahwa SS telah menjalankan peran sebagai kurir narkoba sebanyak tiga kali, dengan rute perjalanan dari Kalimantan Utara menuju Kalimantan Timur hingga Sulawesi Selatan.
Jejak kriminalnya dimulai sejak September 2025, saat ia diminta mengambil satu unit mobil di Kabupaten Bulungan untuk dikirim ke Samarinda.
Aksi kedua dilakukan tersangka pada November 2025 dengan pola yang hampir identik, yakni mengambil kendaraan di lokasi yang sama untuk dibawa menuju Makassar.
Berbeda dengan aksi pertama, saat itu SS sudah mengetahui secara pasti bahwa muatan yang ia bawa adalah sabu seberat 3 kilogram.
“Untuk pengantaran kedua tersangka sudah mengetahui jumlah sabu yang dibawanya,” ujar Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto pada Selasa (17/3/26).

Akhir Pelarian Kurir Spesialis
Petualangan SS berakhir saat dirinya terjepit dalam operasi penangkapan tim gabungan Polres Berau di jalur poros Bulungan menuju Berau pada aksi ketiganya.
Polisi mendeteksi pergerakan tersangka yang membawa muatan jumbo seberat 10 kilogram, yang rencananya akan dipasok ke wilayah Balikpapan sebelum lebaran.
Tersangka diketahui mengambil paket narkotika tersebut di kawasan Jalan PMD Kalimantan Utara, menggunakan sebuah mobil Kijang milik pria berinisial MAN. Penangkapan pada Minggu (15/3/26) pagi itu sekaligus membongkar seluruh jaringan distribusi yang selama ini ia jalankan.
“Dari hasil pemeriksaan motif ekonomi menjadi alasan utama SS nekat menjalankan aksinya hingga tiga kali,” kata Ridho Tri Putranto.
Kondisi ekonomi yang sulit, ditambah ketergantungan tersangka sebagai pengguna narkotika aktif membuatnya terus masuk ke dalam lingkaran hitam peredaran gelap tersebut.
Uang hasil pengiriman sabu digunakan oleh pelaku untuk memenuhi kebutuhan hidup serta membeli narkoba demi kepuasan pribadi.
Saat ini, polisi fokus melakukan pengejaran terhadap sosok MAN yang diduga kuat sebagai otak pengendali peredaran sabu lintas provinsi ini.
Identitas serta keberadaan bandar besar tersebut telah masuk dalam radar penyelidikan intensif pihak kepolisian di lapangan.
“Akan kami kejar dan saat ini sedang dilakukan penyelidikan lebih lanjut,”pungkas dia.(*)





