Liburan Berujung Duka, Bocah Asal Bulungan Hilang Terseret Arus Pantai Ulingan Berau

diterbitkan: Senin, 6 April 2026 06:30 WITA
Anak Tenggelam Berau
Pencerian bocah 10 tahun yang hilang di lokasi wisata Pantai Ulingan, Tanjung Batu, Berau. (Foto: Polsek Pulau Derawan)

NUSANTARA TERKINI — Niat hati menjalin silaturahmi dengan kerabat, sebuah keluarga asal Tanjung Selor, Bulungan, justru harus menghadapi kenyataan pahit.

Anak mereka, Rahmat (10), dilaporkan hilang terseret arus saat berenang di Pantai Ulingan, Kecamatan Pulau Derawan, Minggu (5/4/26) sore.

Insiden nahas tersebut terjadi sekira pukul 14.30 WITA di perairan Kampung Kasai. Korban diketahui datang ke wilayah pesisir Berau tersebut bersama orang tuanya khusus untuk mengunjungi keluarga dari luar daerah.

Kapolsek Pulau Derawan, Iwan Purwanto, membenarkan kejadian tersebut dan menjelaskan bahwa korban sebelumnya sedang asyik bermain air bersama dua rekannya, Anisa dan Muhammad Fakhrul.

Baca juga  Gen Z Balikpapan Jadi Sasaran Empuk Bandar Narkoba

Sempat Diperingatkan Saksi

Berdasarkan keterangan di lokasi kejadian, seorang warga bernama Muhammad Ariandi yang sedang mencari kerang sempat melihat korban dan rekan-rekannya berjalan ke arah laut yang lebih dalam. Ariandi pun sempat memberikan peringatan agar mereka tidak terlalu jauh ke tengah.

“Saksi sempat memperingatkan korban agar tidak ke tempat yang dalam, namun korban menjawab bahwa ia bisa berenang,” jelasnya.

Namun, arus bawah laut yang kuat tiba-tiba menyeret Rahmat dan rekannya, Muhammad Fakhrul. Beruntung, saksi Ariandi bergerak cepat menarik Fakhrul ke perairan dangkal dan menyelamatkannya.

Baca juga  Pemkab Berau Bangun BLK, Kegiatan Tahap Satu Ditarget Rampung Desember 

Sayangnya, tubuh Rahmat tidak lagi terlihat di permukaan air dan menghilang seketika.

Pencarian Masih Berlangsung

Kejadian ini pun langsung memicu kepanikan warga di Pantai Ulingan. Saksi Anisa segera berlari meminta pertolongan warga setempat.

Hingga saat ini, proses pencarian intensif masih terus dilakukan oleh aparat kepolisian dibantu masyarakat nelayan sekitar.

Hingga berita ini diterbitkan, keberadaan Rahmat masih nihil. Mengingat korban berasal dari Bulungan, koordinasi antara pihak keluarga dan aparat di kedua wilayah terus dijalankan guna memantau perkembangan proses evakuasi dan pencarian di titik koordinat hilangnya korban.

Baca juga  Dapat Tambahan Kuota 13 Orang, Tahun Ini Berau Berangkatkan 153 CJH

Imbauan Keselamatan Wisatawan

Pihak kepolisian mengimbau dengan tegas kepada seluruh wisatawan maupun warga setempat, terutama orang tua, untuk meningkatkan pengawasan ekstra saat anak-anak bermain di area perairan lepas.

Kondisi arus laut yang sering kali tidak terduga di kawasan pantai pesisir menuntut kewaspadaan tinggi agar tragedi serupa tidak terulang kembali, terutama bagi pengunjung yang belum mengenal medan perairan setempat.(*/Andrikni/NT)

Bagikan:
Berita Terkait