Menghadapi Arus Perkembangan Zaman, Gideon Aris Minta Budaya Lokal Harus Dipertahankan

diterbitkan: Rabu, 26 November 2025 05:54 WITA
Festival Meja Panjang di Kampu Merasa jadi salah satu kegiatan rutin yang menarik minat wisatawan (Dok: Pemkab Berau)

BERAU – Budaya dan kesenian lokal kini harus bersaing dengan lajunya arus perkembangan zaman dan kemajuan teknologi. Bahkan di tengah dunia modern saat ini, semakin banyak tren kekinian yang lambat laun berkembang menjadi budaya di kalangan generasi muda.

Melihat situasi tersebut, Anggota DPRD Berau, Gideon Andris meminta agar budaya dan kesenian lokal agar tidak sampai kalah saing dengan budaya kekinian yang saat ini tengah menjadi tren. Dia berharap, pelestarian budaya dan kesenian lokal bisa terus konsisten dilakukan, di tengah gempuran era modernisasi.

Baca juga  Sumadi Ingatkan PKL Harus Diberi Ruang Berjualan, Dengan Jaminan Bisa Jaga Kebersihan

“Kita perlu keperdulian bersama, bukan hanya pemerintah, tapi juga masyarakat itu sendiri. Saya kira, pelestarian kebudayaan itu akarnya ada pada masyarakat,” jelas Gideon.

Gideon mengapresiasi langkah yang selama ini sudah dilakukan pemerintah daerah. Mulai dari menyediakan panggung seni dan budaya di kawasan Tepian Ahmad Yani, hingga berbagai gelaran kegiatan yang berkaitan dengan kebudayaan dan kesenian lokal.

Baca juga  Jaga Kualitas Udara dan Keasrian Lingkungan, Ketua DPRD Minta Penanaman Pohon di Jalur Protokol

“Makanya saat ini kita juga harapkan keperdulian dari masyarakat itu sendiri. Karena dari sisi masyarakat sudah maksimal,” tambahnya.

Dia mengingatkan, kesadaran masyarakat untuk melestarokan tradisi di wilayahnya masing-masing merupakan hal berharga yang perlu terus dipelihara. Gideon juga sempat memberi contoh negara Jepang, yang meskipun sudah menjadi negara maju namun tetap berkomitmen dalam melestarikan budaya mereka.

Baca juga  DPRD Berau Minta Pemerintah Dorong Penyesuaian Harga, Optimalkan Sektor Wisata Berau Selama Libur Panjang

Terakhir, dia mendorong generasi muda untuk terus bersemangat melestarikan budaya mereka. Dia memastikan tidak melarang anak muda untuk mengikuti tren kekinian sesuai dengan perkembangan zaman.

“Tapi apa yang jadi budaya kita, harus dilestarikan. Budaya kita ini kaya, tidak kalah dengan budaya yang saat ini sedang tren,” pungkasnya. (adv)

Bagikan:
Berita Terkait