NUSANTARA TERKINI – Langkah taktis Pemerintah Kampung Dumaring dalam menyertakan modal bagi Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Amparan Tikar mulai membuahkan hasil manis.
Dengan kucuran modal sebesar Rp200 juta, kampung di Kecamatan Talisayan ini sukses menyulap lahan tidur menjadi hamparan pertanian produktif yang kini memasuki masa panen raya.
Keberhasilan ini disaksikan langsung oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, M. Said, saat menghadiri panen raya semangka di lahan seluas 1,5 hektare milik BUMK Amparan Tikar Dumaring, Kamis (7/5/2026).
Dari hamparan tersebut, diperkirakan hasil produksi mencapai 20 ton semangka berkualitas.
Efektivitas Alokasi Dana Desa
Ketua BUMK Amparan Tikar, Muhammad, menjelaskan bahwa pengembangan usaha ini merupakan implementasi dari amanat alokasi Dana Desa APBN sebesar 20 persen yang diprioritaskan untuk program ketahanan pangan.
Modal yang dikelola tidak hanya dibiarkan mengendap, melainkan diputar secara produktif melalui budidaya semangka dan jagung.
“Alhamdulillah hasil panen cukup baik. Kami sudah bekerja sama dengan penampung dengan harga jual sekitar Rp9 ribu per kilogram. Selain memperkuat ketahanan pangan, usaha ini membuka lapangan kerja bagi warga sekitar mulai dari pengolahan lahan hingga panen,” jelas Muhammad.
Apresiasi Pemerintah Kabupaten Berau
Sekkab Berau, M. Said, memberikan apresiasi tinggi terhadap pengelolaan BUMK di Kampung Dumaring. Ia menilai penyertaan modal sebesar Rp200 juta dari pemerintah kampung telah digunakan secara tepat sasaran dan memberikan dampak ekonomi nyata.
“BUMK ini mampu memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan produktif di tengah tantangan efisiensi anggaran saat ini. Ini adalah solusi pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan yang bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Berau,” tegas M. Said.
Diversifikasi Menuju Kemandirian Pangan
Tak puas hanya dengan semangka, Kepala Kampung Dumaring, Salehuddin, menyatakan pihaknya akan terus memperkuat modal BUMK untuk diversifikasi usaha.
Saat ini, BUMK juga tengah menggarap lahan jagung seluas 2 hektare dan sebelumnya telah sukses melaksanakan panen perdana padi gunung.
“Potensi Dumaring sangat besar, mulai dari pertanian hingga perikanan. Kami ingin BUMK menjadi mesin ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” pungkas Salehuddin.(Ika/NT)





