Nyawa Atlet Terancam, Iran Tegaskan Tidak Akan Ikut Piala Dunia 2026

diterbitkan: Rabu, 11 Maret 2026 11:25 WITA

NUSANTARA TERKINI Pemerintah Iran mengeluarkan pernyataan keras terkait keikutsertaan tim nasional sepak bola mereka di ajang bergengsi Piala Dunia 2026.

Negara Timur Tengah tersebut mengisyaratkan kemungkinan besar untuk mundur dan memboikot turnamen terbesar di dunia itu.

Keputusan ekstrem ini dipicu oleh eskalasi konflik berdarah menyusul rentetan serangan udara Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran.

Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, menegaskan bahwa situasi keamanan saat ini sangat tidak memungkinkan bagi para atletnya untuk bertanding.

Terlebih lagi, serangan udara yang terjadi hampir dua pekan lalu itu disebut telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Baca juga  Bek Persib Frans Putros, Berpeluang Tampil di Piala Dunia 2026 Bersama Irak

“Mengingat rezim korup ini telah membunuh pemimpin kita, dalam keadaan apa pun kita tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia,” tegas Donyamali dalam wawancaranya dengan televisi pemerintah pada Rabu (11/3/2026).

Seperti diketahui, turnamen Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli mendatang.

Ajang empat tahunan ini diselenggarakan secara bersama oleh tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Berdasarkan hasil undian, Iran tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.

Baca juga  Usung Misi Balas Dendam, Persija Siap Libas Borneo FC di JIS

Ironisnya, seluruh pertandingan fase grup Iran dijadwalkan harus digelar di Amerika Serikat, tepatnya melalui dua laga di Los Angeles dan satu laga di Seattle.

Donyamali secara terbuka sangat mengkhawatirkan keselamatan para pemain timnas Iran jika harus menginjakkan kaki di negara yang mereka anggap sebagai musuh utama tersebut.

“Anak-anak kami tidak aman dan pada dasarnya kondisi untuk berpartisipasi seperti itu tidak ada,” ungkapnya menyoroti ancaman nyata di lapangan.

Ia juga menuding pihak Amerika Serikat secara sengaja terus memperburuk konflik dengan melibatkan Iran dalam skenario perang yang mematikan.

Baca juga  Gelar Pertemuan di Istana, Prabowo Bahas Peluang RI Keluar dari Dewan Perdamaian

“Mengingat tindakan jahat yang mereka lakukan terhadap Iran, mereka telah memaksa kami berperang dua kali dalam delapan atau sembilan bulan terakhir dan mengorbankan ribuan rakyat kami,” papar Donyamali.

Sebagai bentuk nyata protes tersebut, Iran menjadi satu-satunya negara peserta yang menolak hadir dalam pertemuan perencanaan Piala Dunia FIFA di Atlanta pada pekan lalu.

Hingga saat ini, pihak penyelenggara maupun Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) belum merilis pernyataan resmi mengenai potensi mundurnya Iran dari kompetisi tersebut.

Bagikan:
Berita Terkait