NUSANTARA TERKINI,- Kemarahan warga meledak ketika pihak luar secara terang terangan melakukan tindakan agresif di wilayah sengketa. Fasilitas pendidikan dan sumber mata pencaharian warga Berau menjadi sasaran utama provokasi tersebut.
Kepala kampung Biatan Ilir, Hafid membeberkan bahwa, bangunan Sekolah Dasar yang pembangunannya sudah rampung 75 persen kini terpaksa dibongkar.
Penghentian proyek pendidikan ini diklaim sebagai bentuk intimidasi dari pihak Kutai Timur yang merasa kawasan tersebut masuk yurisdiksi mereka.
“SD sudah dibangun 75 persen mereka bisa gagalkan. Ini yang jadi kekuatan mereka Di mana kekuatan Pemda Berau” tuturnya mempertanyakan ketegasan pemerintah.
Selain fasilitas publik, aset pribadi warga juga mulai dijarah. Warga dari wilayah tetangga yakni Melawai, dilaporkan mulai menyerobot dan mengklaim lahan kelapa sawit yang sudah siap panen milik petani Kampung Biatan.
Rentetan insiden inilah yang membuat kesabaran masyarakat di ujung tanduk. Abdul Hafid mengeluarkan peringatan keras kepada pemerintah bahwa warganya akan segera turun ke jalan jika tidak ada solusi pasti pada hari ini.
“Kalau Bapak tidak percaya tunggu Warga saya datang kesini, bukan rekayasa ini masalah nyawa warga saya” ancam Hafid menutup pernyataannya.(*)





