BERAU – Masyarakat Kabupaten Berau dihimbau untuk mempersiapkan diri menghadapi cuaca selama bulan suci Ramadan 1447 H atau tahun 2026 mendatang. BMKG Berau memprakirakan kondisi cuaca di wilayah “Bumi Batiwakkal” akan cenderung lembap dengan intensitas hujan sedang hingga lebat.
Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi, mengungkapkan bahwa meskipun hujan akan sering mengguyur, fenomena cuaca cerah dan berawan tetap akan muncul di sela-sela periode puasa.
Ramadan di Tengah Musim Hujan
“Selama periode bulan puasa ini, kita akan sering bertemu dengan hujan. Prediksinya berkisar antara kondisi berawan hingga hujan dengan intensitas ringan sampai lebat,” jelas Ade Heryadi kepada media, Selasa (10/2/2026).
Penentuan kondisi ini didasarkan pada perbandingan data observasi selama 30 tahun terakhir untuk menentukan ambang batas normal curah hujan di wilayah tersebut.
Analisis Curah Hujan Berau: Februari – Maret 2026
Berdasarkan data BMKG Berau, berikut adalah rincian teknis curah hujan untuk wilayah Berau:
-
Februari 2026: Memasuki kategori menengah dengan intensitas 150 mm hingga 300 mm per bulan. Angka normal tahunan untuk Februari berada di kisaran 219 mm.
-
Maret 2026: Diprediksi mengalami sedikit penurunan intensitas, namun tidak signifikan, yakni tetap berada di angka sekitar 200 mm per bulan.
-
Wilayah Terdampak: Sebagian besar wilayah Berau berada dalam kategori normal. Namun, wilayah barat seperti Kecamatan Kelay dan Kecamatan Segah diprediksi mengalami curah hujan di atas normal.
Imbauan untuk Masyarakat
Mengingat cuaca Ramadan 2026 di Berau akan didominasi hujan, masyarakat diminta waspada terhadap potensi genangan air atau banjir, terutama di wilayah barat yang memiliki curah hujan lebih tinggi. Kondisi berawan yang diselingi hujan ini juga dapat memengaruhi suhu udara yang cenderung lebih sejuk selama bulan puasa.(*)





