Peternak Keluhkan Pakan Mahal, Pemprov Kaltara Fasilitasi Akses Jagung Murah

diterbitkan: Kamis, 2 April 2026 03:31 WITA
Rapat pembahasan soal ketersediaan pakan ternak di Kaltara. (Foto: DPKP Kaltara)

NUSANTARA TERKINI – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama kabupaten/kota, Bulog dan asosiasi peternak di Tanjung Selor pada Rabu (1/4/2026).

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk respons atas keluhan peternak terkait harga pakan yang mahal, khususnya bagi usaha unggas ayam petelur dan pedaging.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan DPKP Kaltara, Surianto Semuel mengatakan, rapat tersebut menjadi langkah konkret pemerintah daerah untuk menyatukan persepsi sekaligus merumuskan solusi atas persoalan biaya produksi yang kian meningkat akibat mahalnya pakan pabrikan.

Baca juga  Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang Minta Pengentasan Kemiskinan Dioptimalkan

“Melalui forum ini, disepakati skema fasilitasi kemudahan akses bagi peternak untuk memperoleh jagung sebagai bahan baku pakan dengan harga lebih terjangkau melalui Bulog,” kata Surianto.

Mekanisme penyaluran akan dilakukan melalui asosiasi peternak guna memastikan distribusi tepat sasaran. Dalam skema itu, asosiasi peternak terlebih dahulu menghimpun dan melaporkan data kebutuhan jagung kepada dinas di masing-masing kabupaten/kota.

Baca juga  Tepian Sungai Kayan Akan Diperbaiki, Segini Besaran Anggarannya

“Data itu kemudian diteruskan ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Utara untuk selanjutnya disampaikan ke Badan Pangan Nasional (Bapanas),” sebutnya.

Selanjutnya, Bapanas meneruskan usulan tersebut ke Bulog pusat untuk penerbitan surat keputusan (SK) penetapan kebutuhan jagung di Kaltara. Setelah itu, baru Bulog wilayah Kaltara mengakomodir distribusi jagung sesuai kebutuhan peternak di daerah.

Baca juga  Mobil Curi Jalur, Dua Pengendara Motor Jadi Korban, Satu Dilarikan ke Tarakan

Adapun harga pembelian jagung dari petani ditetapkan Rp6.400 per kilogram di gudang Bulog atau Rp5.500 per kilogram apabila dijemput langsung di lokasi petani.

“Peternak juga dapat membeli jagung melalui asosiasi dengan harga Rp5.500 per kilogram. Melalui mekanisme ini diharapkan harga pakan dapat ditekan, sehingga membantu peternak, khususnya peternak unggas petelur dalam menjaga keberlangsungan usaha,” tegasnya. (*/Fawdi/NT)

Bagikan:
Berita Terkait