Catatan Kebijakan Strategis hingga Penghargaan Pemprov Kaltara di 2025

diterbitkan: Selasa, 31 Maret 2026 06:23 WITA
Tanjung Selor yang meupakan salah satu kawasan penduduk di Kaltara. (Foto: Rusdiono/Nusantara Terkini)

NUSANTARA TERKINI – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal A Paliwang membeberkan sejumlah kebijakan strategis yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara di tahun 2025 lalu.

Sejumlah kebijakan strategis itu mulai dari peningkatan kualitas demokrasi dan partisipasi masyarakat, pemberian keringanan pajak kendaraan bermotor untuk mendorong kepatuhan masyarakat, penyediaan data statistik sektoral untuk mendukung perencanaan pembangunan.

Kemudian, juga ada program Beasiswa Kaltara Unggul, bantuan sosial bagi masyarakat, bantuan akomodasi dan transportasi pengobatan bagi masyarakat kurang mampu, serta bantuan hibah kepada lembaga dan organisasi masyarakat.

Baca juga  Kejati Geledah Gedung Gadis Pemprov Kaltara, Ada Apa?

“Kebijakan-kebijakan ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat serta mendukung pembangunan di Kalimantan Utara yang berkelanjutan,” kata Gubernur Zainal, Selasa (31/3/2026).

Selain itu, Pemprov Kaltara juga mencatat raihan penghargaan di tahun 2025 pada bidang pelayanan publik dan ketenagakerjaan, yang tentunya merupakan hasi dari sinergi yang erat antara semua pihak yang berkepentingan di provinsi muda ini.

Baca juga  Disupport APBN, 1.787 Rumah Tangga di Kaltara Terima BPBL di Tahun 2025

Penghargaan itu mulai dari sebagai provinsi kecil terbaik 1 Naker Inspirational Leadership Award 2025 dari Menteri Ketenagakerjaan RI, SPM Awards 2025 sebagai provinsi berkinerja terbaik dalam penerapan standar pelayanan minimal.

Paritrana Award 2025 atas komitmen dalam penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan, serta Penghargaan Nasional TP2DD 2025 atas digitalisasi layanan publik dan transparansi keuangan.

Baca juga  Rela Tinggal di Rumah Dinas Setengah Jadi, Segini Harta Gubernur Kaltara Zainal Paliwang

“Namun, capaian ini bukanlah tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. Karena kami menyadari bahwa dalam pelaksanaan pembangunan masih terdapat kekurangan dan tantangan,” pungkasnya. (**)

Bagikan:
Berita Terkait