Pusat Kucurkan Rp203 Miliar Perbaiki Jalan Rusak Berau-Kutim

diterbitkan: Selasa, 17 Februari 2026 01:45 WITA
Foto: Kondisi petugas BBPJN Kaltim kala melakukan perbaikan jalan trans Kaltim

BERAU – Kabar yang masyarakat tunggu-tunggu akhirnya terealisasi. Pemerintah pusat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur resmi memulai perbaikan ruas jalan dari batas Kabupaten Berau–Kutai Timur (Kutim) menuju Kecamatan Kelay.

Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Kaltim kini tengah menangani jalur yang selama ini terkenal dengan lubang dan kerusakan parah tersebut. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.5 Satker PJN II Kaltim, Syafrizal Haris, menyebut jalur ini memiliki intensitas kendaraan yang sangat tinggi karena merupakan urat nadi logistik.

Baca juga  Normalisasi SKM, Pemprov Kaltim Tunggu Pemkot Samarinda Bereskan Masalah Sosial

“Jalan ini menghubungkan Kutim, Berau, hingga Kalimantan Utara. Kami menyadari masyarakat sangat menantikan perbaikan ini,” ujar Syafrizal, Senin (16/2/2026).

Gunakan Skema Multiyears Rp203 Miliar

BBPJN Kaltim mengalokasikan anggaran fantastis mencapai Rp203 miliar untuk paket pekerjaan Preservasi Jalan dan Jembatan ini. Proyek tersebut menggunakan skema kontrak tahun jamak (multiyears) yang bersumber dari APBN melalui SBSN tahun anggaran 2025 hingga 2027.

Syafrizal merincikan, total panjang penanganan mencapai 113,27 kilometer, dengan fokus pengaspalan efektif sepanjang 17,2 kilometer. Saat ini, pekerja mengawali proses dengan pengembalian kondisi jalan dan grading operation untuk menjaga kenyamanan pengguna jalan selama proyek berlangsung.

Baca juga  Ironi RSUD Abdul Rivai: Pasien Dirujuk ke Luar Berau Hanya karena Alat Seharga Rp100 Juta Tak Tersedia

Penyebab Kerusakan: Truk ODOL dan Cuaca

Rusaknya jalur sepanjang 56 kilometer dari batas Kutim-Berau menuju Kelay ini bukan tanpa alasan. Setiap hari, kendaraan beban berat (Over Dimension Over Load/ODOL) dan truk pengangkut Crude Palm Oil (CPO) melintasi jalur ini. Curah hujan yang tinggi memperparah kondisi dengan menciptakan genangan air dan lubang di berbagai titik.

Baca juga  Syarifatul Sya'diah Soroti Urgensi Jalan Lingkar Kelay dan Ancaman Deforestasi di Musrenbang 2026

“Kondisi kendaraan berat dan cuaca mempercepat kerusakan jalan. Makanya, selain pengaspalan, kami juga melakukan preservasi rutin seperti pembersihan drainase agar air tidak menggenangi badan jalan,” jelasnya.

Syafrizal mengimbau para pengguna jalan untuk tetap waspada dan mematuhi rambu-rambu peringatan di lokasi proyek. Pemerintah berharap perbaikan ini mampu memperlancar arus logistik antarwilayah sekaligus menekan angka kecelakaan akibat jalan rusak yang selama ini menghantui pengendara.


Bagikan:
Berita Terkait