NUSANTARA TERKINI – Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Kalimantan Utara (Kaltara), Brigjen Pol Yusuf memberikan beberapa atensi kepada personel Polda Kaltara.
Utamanya soal integritas dalam proses rekrutan anggota Polri tahun 2026 yang saat ini tengah berproses. Dalam hal ini Wakapolda menegaskan komitmen rekrutmen yang bersih.
“Nasib Polri di masa depan bergantung pada mereka yang terpilih sekarang. Saya tegaskan, jangan ada personel yang jadi calo,” kata Brigjen Pol Yusuf saat memimpin apel perdana di Mapolda Kaltara sebagai Wakapolda.
Ia menegaskan, jika memasukkan seseorang ke suatu tempat, termasuk sebagai anggota Polri dengan cara yang tidak benar, maka itu akan menjadi dosa jariyah.
Selain itu, ia juga mewanti-wanti adanya kasus penipuan yang mengatasnamakan Wakapolda. Karena, baru hari ketiga menjabat sebagai Wakapolda, sudah ada kasus pencatutan namanya.
Lewat kesempatan ini, ia mengklarifikasi isu penipuan yang mengatasnamakan dirinya untuk meminta sesuatu melalui pesan WhatsApp.
”Saya tegaskan, saya tidak pernah melakukan hal tersebut,” tegasnya.
Ia meminta jika ada yang menghubungi mengatasnamakan untuk meminta sesuatu, segera laporkan ke staf pribadinya atau langsung kepadanya. Karena dipastikan bahwa itu adalah penipuan.
Hal yang tak kalah pentingnya, soal keamanan. Wakapolda membeberkan agenda pengamanan yang harus dilakukan secara ketat pada periode April – Agustus 2026.
Ia mengungkapkan, hasil Video Conference (Vicon) bersama Kapolda Kaltara, Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, terdapat prediksi peningkatan gangguan kamtibmas yang dipengaruhi oleh isu global.
Mulai dari dampak konflik global, yang berdasarkan ketegangan geopolitik (Israel, Amerika, Iran) berpotensi mengganggu pasokan minyak dunia 20-30 persen, yang berdampak pada kenaikan harga BBM dan kelangkaan barang di dalam negeri.
Termasuk pengamanan hari buruh. Dalam hal ini personel diminta meminimalisir potensi konflik agar isu di Kaltara tidak membesar, jangan justru menjadi pemicu keributan di lapangan. (*/Fawdi/NT)





