SAMARINDA – Keberadaan depo pertamina atau Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) di Jalan Cendana Samarinda sudah lama menjadi pro dan kontra. Pasalnya depo tersebut berada di tengah kawasan permukiman padat penduduk.
PT Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan pun akhirnya mengumumkan rencana pemindahan depo, dari yang semula berada di Jalan Cendana, dipindahkan ke Jalan Ampera di kawasan Palaran.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun mengatakan, bahwa rencana tersebut merupakan proyek strategis yang diinisiasi langsung oleh Pertamina Pusat.
“Sebenarnya memang jadi proyek (Pertamina) pusat. Kami di daerah Cuma membantu komunikasi dan koordinasi, tapi upaya untuk memindahkan memang sedang dilakukan,” terangnya.
Depo Pertamina atau TBBM Cendana sejatinya sudah beroperasi selama puluhan tahun. Awal mulanya, kawasan Cendana Samarinda cenderung sepi dari aktivitas penduduk. Namun seiring dengan perkembangan kota, kawasan tersebut kini masuk sebagai salah satu wilayah yang padat aktivitas penduduk.
“Jadi kami mempertimbangkan keselamatan warga. Ada potensi risiko yang cukup besar bila berhubungan dengan bahan bakar minya kalau berada di tengah permukiman masyarakat,” tambahnya.
Meski merupakan proyek Pertamian Pusat, proses relokasi ini masih berhadapan dengan sejumlah hambatan. Salah satunya menyangkut pengurusan administrasi lahan di kawasan Palaran. Menurut Edi, penyelesaian masalah tanah tersebut membutuhkan waktu karena harus melalui verifikasi hukum, teknis, serta mempertimbangkan aspek sosial-ekonomi masyarakat setempat.
“Makanya perlu waktu sekali untuk benar-benar melakukan pemindahan,” pungkasnya.






