Sempat Terkendala Banjir, Peningkatan Jalan Poros Batu Rajang-Long Lamcin Ditarget Rampung Tahun Ini

diterbitkan: Minggu, 7 Desember 2025 02:39 WITA
Salah satu akses jalan ke pedalaman Berau yang ditarget rampung tahun 2025 ini.

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus menggenjot percepatan penyelesaian sejumlah proyek prioritas pada akhir tahun 2025 ini.

Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Junaidi mengatakan, salah satunya yang ditarget rampung tahun ini adalah peningkatan Jalan Poros Batu Rajang-Long Lamcin.

“Saat ini progres pembangunan Jalan Poros Batu Rajang–Long Lamcin sudah 95 persen,” kata Junaidi.

Adapun untuk sisa progres 5 persen pada peningkatan Jalan Poros Batu Rajang-Long Lamcin masih fokus pada pekerjaan teknis berupa pembuatan dinding penahan tanah pasangan batu untuk timbunan oprit.

Baca juga  Bupati Sri Dorong Hilirisasi Kakao dan Perikanan Berau

Selain itu, pembangunan jalan di Kampung Mapulu yang juga merupakan proyek prioritas Pemkab Berau ini ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.

Untuk progres pembangunan jalan di Kampung Mapulu berada di angka 80 persen. Artinya, masih ada sisa 20 persen lagi yang di sisa waktu ini terus dikebut penyelesaiannya.

Ia menyebutkan, sisa 20 persen pekerjaan di yang sedang digenjot penyelesaiannya itu berupa penarikan dan setting rangkaian Jembatan Bailey sepanjang 45 meter, pembuatan oprit, serta pembenahan badan jalan kampung.

Baca juga  Sepanjang Tahun 2025 Kota Samarinda 23 Kali Kebanjiran dan Alami Ratusan Kejadian Tanah Longsor

“Insha Allah paket-paket ini di akhir tahun pekerjaannya tuntas,” ujarnya.

Saat ini, DPUPR Berau juga telah merencanakan lanjutan pembangunan pada tahun 2026 untuk memperluas konektivitas ke wilayah pedalaman lainnya.

“Pekerjaan tahun ini sudah sampai Kampung Long Keluh. Ke depan ditargetkan penanganan jalan dan jembatan berlanjut hingga Kampung Long Pelay dan Long Lamcin,” tuturnya.

Baca juga  Hujan Deras Mengguyur Kota Samarinda, Sejumlah Titik Tergenang Air

Dalam prosesnya, DPUPR Berau mengaku ada menghadapi sejumlah tantangan di lapangan, utamanya lokasi kerja yang jauh dari pusat pemukiman membuat mobilisasi material dan peralatan membutuhkan waktu dan biaya besar.

“Cuaca juga menjadi kendala. Banjir beberapa waktu lalu juga sempat menjadi kendala. Waktu banjir itu pekerjaan beberapa kali sampai terhenti,” pungkasnya. (**)

Bagikan:
Berita Terkait