NUSANTARA TERKINI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menegaskan bahwa pencapaian predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) bukan sekadar mengejar status atau pemenuhan kewajiban administratif semata.
Hal ini ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengisian Instrumen Evaluasi Mandiri KLA di Ruang Rapat Sangalaki Setda Berau, Kamis (23/4/2026).
Said menekankan bahwa evaluasi mandiri ini merupakan tolok ukur nyata sejauh mana komitmen pemerintah daerah dalam menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak di Bumi Batiwakkal.
Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada validitas data yang disajikan oleh setiap perangkat daerah.
“Evaluasi ini menjadi sarana untuk melihat sejauh mana sinergi dan upaya seluruh pihak dalam mewujudkan Berau sebagai kabupaten yang benar-benar layak anak,” ujar Muhammad Said mewakili Bupati Berau.
Dorong Kenaikan Status ke Predikat Nindya
Salah satu target besar Pemkab Berau tahun ini adalah meningkatkan status KLA dari kategori Madya menuju Nindya.
Untuk mencapai hal tersebut, seluruh perangkat daerah diminta untuk melakukan pengisian data secara jujur, lengkap, dan didukung dengan bukti fisik yang valid.
Validasi data yang objektif menjadi kunci agar gambaran kondisi di lapangan benar-benar akurat. Dengan data yang kuat, pemerintah dapat memetakan indikator mana yang sudah tercapai dan indikator mana yang masih memerlukan penguatan melalui langkah-langkah strategis yang lebih terarah.
“Hasil evaluasi tahun sebelumnya harus menjadi dasar perbaikan ke depan. Capaian yang telah diraih perlu dipertahankan, sementara indikator yang masih lemah harus segera diperkuat,” tambah Said.
Kolaborasi Lintas Sektor sebagai Kunci
Sekda mengingatkan bahwa isu perlindungan anak tidak bisa hanya dibebankan pada satu instansi, seperti DPPKBP3A saja. Diperlukan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) hingga pemangku kepentingan terkait.
Keberhasilan KLA adalah cerminan dari lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh di Kabupaten Berau.
“Ini bukan sekadar soal predikat, tetapi tanggung jawab bersama dalam memastikan anak-anak di Berau mendapatkan hak dan perlindungan yang layak,” tegasnya mengakhiri sambutan.
Melalui Bimtek ini, diharapkan seluruh tim teknis KLA Berau memiliki pemahaman yang sama dalam menyusun instrumen evaluasi, sehingga target Kabupaten Berau sebagai wilayah ramah anak yang berkelanjutan dapat segera terwujud. (Ika/NT)





