BERAU,– Kabupaten Berau menunjukkan taringnya sebagai salah satu motor penggerak ekonomi di Kalimantan Timur.
Di bawah kepemimpinan Bupati Sri Juniarsih Mas, Bumi Batiwakkal mencatatkan pencapaian luar biasa dengan pertumbuhan positif pada hampir seluruh lapangan usaha yang ada sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan data terbaru, sebanyak 16 dari 17 lapangan usaha di Berau sukses mencatatkan tren pertumbuhan hijau. Kondisi ini menjadi sinyal kuat bahwa iklim investasi dan kemandirian ekonomi masyarakat semakin kokoh.
Administrasi Pemerintahan Jadi Primadona
Menariknya, dari belasan sektor yang tumbuh, bidang administrasi pemerintahan menjadi kejutan besar dengan angka pertumbuhan tertinggi. Sektor ini melesat hingga 19,68 persen, mengungguli sektor-sektor konvensional lainnya.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menjelaskan bahwa pertumbuhan masif di berbagai sektor ini berbanding lurus dengan membaiknya serapan tenaga kerja di pasar kerja daerah pada tahun 2026.
“Tercatat 16 dari 17 lapangan usaha pada tahun 2025 mengalami pertumbuhan positif. Pertumbuhan tertinggi pada administrasi pemerintahan mencapai 19,68 persen. Ini menunjukkan adanya perbaikan nyata pada perluasan lapangan usaha kita,” ungkap Bupati Sri Juniarsih saat memaparkan capaian kinerja pemerintah daerah.
Angka Pengangguran dan Kemiskinan Tergerus
Dampak dari “gacornya” sektor-sektor usaha ini langsung terasa pada indikator kesejahteraan masyarakat. Angka pengangguran di Berau menyusut signifikan menjadi 4,4 persen pada akhir Desember 2025, turun dari angka 5,15 persen di tahun sebelumnya.
Penurunan pengangguran ini secara otomatis menyeret turun angka kemiskinan yang kini berada di level 4,44 persen. Tak hanya itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Berau melonjak ke angka 77,72 persen, menempatkan kabupaten ini di posisi keempat tertinggi di seluruh Kalimantan Timur.
Fokus Optimalkan Pasar Kerja 2026
Meski hampir seluruh sektor tumbuh positif, Bupati menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh cepat puas. Fokus utama di tahun 2026 adalah memastikan tren positif ini tetap terjaga (sustainable) dengan terus mendorong kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah daerah.
“Capaian indikator positif ini harus menjadi pelecut semangat bagi seluruh perangkat daerah untuk bekerja lebih keras lagi. Kami juga terus mendorong masyarakat untuk memberikan kontribusi dan siap bekerja sama dengan pemerintah daerah,” pungkasnya optimis.(Red/NT)






