Tak Bergantung APBD, Manutung Jukut 2026 Bakal Tetap Digelar Lewat Kolaborasi Pihak Ketiga

diterbitkan: Selasa, 12 Mei 2026 08:09 WITA
Manutung Jukut, Pesta Bakar Ikan
Pesta Manutung Jukut dipastikan tetap akan dilaksanakan tahun ini dengan jumlah ikan 4,4 ton. (Foto: Zuhri/NT)

BERAU,– Kabar mengenai kelanjutan gelaran tahunan Manutung Jukut atau pesta bakar ikan massal di Kabupaten Berau tahun 2026 mulai menemui titik terang.

Meski saat ini kepastian anggaran daerah masih dalam tahap penajaman, Dinas Perikanan Berau memastikan tradisi yang paling dinantikan masyarakat ini tidak akan terhenti begitu saja.

Menyikapi kemungkinan adanya penyesuaian atau keterbatasan APBD, Dinas Perikanan telah menyiapkan strategi “keroyokan” dengan menggandeng berbagai pihak eksternal demi menjaga kemeriahan acara tersebut.

Kolaborasi Jadi Kunci Keberlanjutan

Kepala Bidang Budidaya Dinas Perikanan Berau, Budiono, menegaskan bahwa Manutung Jukut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan indikator keberhasilan pemerintah dalam mengampanyekan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Baca juga  Percepat Penyaluran Bantuan, Disbun Berau Minta Petani Segera Ajukan Proposal

Oleh karena itu, pihaknya optimis acara tetap berjalan dengan skema kolaborasi.

“Kalau memang nanti ada kendala anggaran, tentunya kami akan kolaborasi dengan mitra pembangunan dan pihak swasta agar kegiatan ini tetap berjalan,” ungkap Budiono.

Rencana tersebut mencakup keterlibatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain, vendor, hingga perusahaan swasta melalui program kemitraan.

Langkah antisipasi ini diambil agar masyarakat tetap bisa menikmati pesta rakyat tersebut meski pemerintah daerah tengah melakukan efisiensi anggaran.

Baca juga  Strategi Pemkab Berau Wujudkan Kabupaten Layak Anak Melalui Validasi Data Objektif

Target 4 Ton Ikan untuk Rakyat

Untuk pelaksanaan tahun ini, Dinas Perikanan sejatinya telah memproyeksikan kebutuhan sekitar empat ton ikan segar.

Estimasi anggaran yang diperlukan mencapai kurang lebih Rp200 juta, yang dialokasikan khusus untuk pengadaan ikan berkualitas bagi ribuan warga yang akan memadati lokasi acara nantinya.

Budiono menjelaskan, kemeriahan Manutung Jukut memiliki dampak ganda. Selain bagi kesehatan masyarakat, event ini merupakan magnet pariwisata yang mendukung transformasi ekonomi Berau.

“Pariwisata saat ini menjadi sektor unggulan pemerintah daerah sebagai pengganti transformasi ekonomi dari sektor tambang ke sektor pertanian dalam arti luas,” jelasnya.

Baca juga  Jelang Puasa 2026: Harga Telur di Berau Tembus Rp68 Ribu per Piring, Beras Ikut Naik

Menunggu Keputusan Penajaman Anggaran

Saat ini, pihak dinas masih memantau proses asistensi dan penajaman anggaran yang dilakukan oleh pemerintah daerah.

Meskipun konsep pelaksanaan masih bergantung pada keputusan final tersebut, optimisme tetap tinggi mengingat besarnya nilai manfaat acara ini bagi ekonomi kreatif dan hiburan rakyat.

Dengan strategi menggandeng pihak ketiga, Manutung Jukut 2026 diharapkan tetap menjadi panggung kegembiraan warga sekaligus menjadi bukti kuatnya sinergi antara pemerintah dan sektor swasta di Bumi Batiwakkal.(Red/NT)

Bagikan:
Berita Terkait