Sukses Sedot Ribuan Peserta, Event Lari Bisa Jadi Motor Baru Pariwisata Berau

diterbitkan: Jumat, 8 Mei 2026 05:08 WITA
Event lari Berau Coal Run 2026 yang digelar awal tahun ini. (IST)
Event lari Berau Coal Run 2026 yang digelar awal tahun ini. (IST)

NUSANTARA TERKINI — Kesuksesan berbagai gelaran lari yang mampu menyedot ratusan hingga ribuan peserta kini menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten Berau. 

Fenomena ini membuat pemerintah mulai melirik konsep sport tourism atau wisata olahraga sebagai strategi baru yang efektif untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata daerah.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budhisantosa, menilai, kegiatan olahraga massal seperti lari bukan sekadar ajang kebugaran, melainkan memiliki daya tarik luar biasa untuk mengangkat potensi daerah.

Tingginya partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan sebelumnya menjadi bukti kuat konsep ini sangat diminati oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Baca juga  Hidupkan Sosok Raja Alam Lewat Karya Film

Menurut Yudha, ke depannya penyelenggaraan event serupa tidak akan lagi terpusat di wilayah perkotaan saja.

Disbudpar berencana mengembangkan kegiatan ini ke kawasan pesisir dan destinasi wisata unggulan yang memiliki panorama alam memukau. 

Beberapa lokasi yang masuk dalam radar potensi pengembangan di antaranya adalah Bidukbiduk, Tanjung Batu, hingga Pulau Maratua.

Kawasan-kawasan tersebut dinilai memiliki keunggulan geografis yang mampu memberikan pengalaman berbeda dan kesan mendalam bagi para peserta.

“Kalau daerahnya siap, ini bisa jadi event besar. Tidak hanya olahraga, tapi juga menjadi sarana promosi wisata,” ujar Yudha.

Baca juga  Skor SPI Berau Meningkat, Bupati Sri Tegaskan Cermin Komitmen Bersih dan Transparan

Ia menjelaskan, konsep sport tourism sengaja menggabungkan aktivitas fisik dengan eksplorasi destinasi. 

Melalui cara ini, para peserta tidak hanya datang untuk berkompetisi, tetapi juga diajak menikmati keindahan alam serta budaya lokal. 

Harapannya, hal ini dapat memicu para wisatawan untuk memperpanjang masa tinggal mereka selama berada di Bumi Batiwakkal.

Selain memperkuat citra pariwisata, event olahraga berskala besar ini juga dinilai mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal. 

Kehadiran peserta dari luar daerah secara otomatis akan menggerakkan sektor UMKM, meningkatkan okupansi perhotelan, hingga menghidupkan jasa transportasi di sekitar lokasi kegiatan.

Baca juga  Bukan Sekadar Alam, Disbudpar Berau Siapkan Strategi Wisata Terintegrasi Melalui RIPARDA 2026

Ke depan, Disbudpar Berau berkomitmen untuk mengemas event-event olahraga ini menjadi agenda tahunan yang lebih besar dan dikelola secara profesional. 

Bahkan, pemerintah daerah menargetkan cakupan peserta yang lebih luas hingga ke tingkat nasional untuk semakin mengukuhkan posisi Berau di peta pariwisata Indonesia.

“Kita ingin event ini naik kelas. Hadiahnya kita tingkatkan, pesertanya kita perluas, dan tentu kemasannya lebih menarik agar Berau semakin dikenal,” pungkasnya. (Adv)

Bagikan:
Berita Terkait