NUSANTARA TERKINI – Momen libur Lebaran tahun ini menjadi waktu yang paling tepat untuk merencanakan plesiran panjang.
Dengan durasi libur mencapai tujuh hari karena Hari Raya Idulfitri yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi, wisatawan memiliki keleluasaan lebih untuk mengeksplorasi destinasi unggulan.
Kabupaten Berau di Kalimantan Timur, yang selama ini tersohor berkat pesona pantai Bidukbiduk serta eksotisme Pulau Maratua dan Derawan, ternyata menyimpan sisi lain yang tak kalah memikat, yakni wisata sejarah yang kaya akan nilai budaya.

Kesultanan Gunung Tabur
Jejak peradaban di Bumi Batiwakkal dapat ditelusuri melalui kemegahan Kesultanan Gunung Tabur. Kesultanan yang berjaya sejak abad ke-17 hingga ke-20 ini dahulu memegang kendali penuh atas wilayah Berau.
Kini, jejak kejayaan tersebut diabadikan di Museum Batiwakkal yang terletak di Kecamatan Gunung Tabur. Di sana, pengunjung dapat menyaksikan langsung berbagai benda peninggalan autentik, mulai dari singgasana kesultanan hingga meriam-meriam kuno yang masih terjaga dengan baik.

Keraton Sambaliung
Tak jauh dari Kesultanan Gunung Tabur, wisata sejarah berlanjut ke Keraton Sambaliung yang terletak di Kecamatan Sambaliung. Sebagai salah satu pilar kekuatan wilayah Berau di masa lampau, keraton ini menyuguhkan sisa-sisa peninggalan yang ikonik.
Salah satu daya tarik utamanya adalah prasasti beraksara Bugis serta deretan meriam penjaga yang masih berdiri kokoh di area keraton, menjadi saksi bisu perjalanan panjang pemerintahan di wilayah tersebut.
Museum Batubara
Beralih ke jejak kolonial, kawasan Teluk Bayur menawarkan nuansa berbeda melalui Museum Batubara. Dahulu, bangunan ini merupakan pusat hiburan bagi warga Belanda yang dikenal sebagai gedung “kamar bola” atau ballroom.
Pada awal abad ke-19, Teluk Bayur memang menjadi pusat industri tambang di bawah perusahaan Belanda, Steenkolen Maatschappij. Meskipun saat ini belum berfungsi sepenuhnya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau menargetkan museum ini akan dibuka secara resmi untuk publik pada Juli 2026.

Gedung Serbaguna/Bekas Gedung Bioskop
Nuansa nostalgia kian terasa saat mengunjungi bekas gedung bioskop yang berada tak jauh dari Museum Batubara. Gedung yang kini beralih fungsi menjadi Gedung Serbaguna Teluk Bayur ini dahulunya merupakan pusat sinema bagi para pekerja tambang.
Setelah melalui proses revitalisasi, gedung ini sukses menarik minat turis karena elemen sejarahnya yang ikonik, seperti loket karcis asli hingga papan poster film jadul yang masih dipertahankan hingga sekarang.

Lapangan Steenkolen
Sebagai pusat aktivitas di masa lalu, Lapangan Steenkolen yang terletak di jantung Kecamatan Teluk Bayur juga menjadi destinasi yang tak boleh dilewatkan.
Dahulu berfungsi sebagai alun-alun bagi para pekerja Steenkolen Maatschappij, kini lapangan tersebut tetap menjadi pusat kegiatan warga setempat.
Di pojok lapangan, wisatawan bisa berfoto dengan lokomotif tua yang dahulu digunakan sebagai pengangkut batubara. Di sekitar area lapangan, terdapat pula bangunan tua peninggalan Belanda yang pernah digunakan sebagai kantor kecamatan.
Bangunan bersejarah tersebut saat ini tengah menjalani proses perbaikan dan revitalisasi untuk memperkuat daya tarik kawasan Kota Tua Teluk Bayur. (Adv)





