Tak Hanya Derawan, Ini Deretan Wisata Sejarah di Berau yang Wajib Dikunjungi

diterbitkan: Jumat, 6 Maret 2026 11:50 WITA
Museum Batubara di Teluk Bayur, salah satu peninggalan era kolonial Belanda.
Museum Batubara di Teluk Bayur, salah satu peninggalan era kolonial Belanda.

NUSANTARA TERKINI – Momen libur Lebaran tahun ini menjadi waktu yang paling tepat untuk merencanakan plesiran panjang.

Dengan durasi libur mencapai tujuh hari karena Hari Raya Idulfitri yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi, wisatawan memiliki keleluasaan lebih untuk mengeksplorasi destinasi unggulan. 

Kabupaten Berau di Kalimantan Timur, yang selama ini tersohor berkat pesona pantai Bidukbiduk serta eksotisme Pulau Maratua dan Derawan, ternyata menyimpan sisi lain yang tak kalah memikat, yakni wisata sejarah yang kaya akan nilai budaya.

MUseum Batiwakkal di Kecamatan Gunung Tabur. (IST)
Museum Batiwakkal di Kecamatan Gunung Tabur. (IST)

Kesultanan Gunung Tabur

Jejak peradaban di Bumi Batiwakkal dapat ditelusuri melalui kemegahan Kesultanan Gunung Tabur. Kesultanan yang berjaya sejak abad ke-17 hingga ke-20 ini dahulu memegang kendali penuh atas wilayah Berau. 

Kini, jejak kejayaan tersebut diabadikan di Museum Batiwakkal yang terletak di Kecamatan Gunung Tabur. Di sana, pengunjung dapat menyaksikan langsung berbagai benda peninggalan autentik, mulai dari singgasana kesultanan hingga meriam-meriam kuno yang masih terjaga dengan baik.

Baca juga  Genjot Kualitas Wisata Berau, Disbudpar Fasilitasi Sertifikasi Barista hingga Pramuwisata
Kunjungan wisatawan ke Keraton Sambaliung menunjukkan tren positif di 2025 ini (IST)

Keraton Sambaliung

Tak jauh dari Kesultanan Gunung Tabur, wisata sejarah berlanjut ke Keraton Sambaliung yang terletak di Kecamatan Sambaliung. Sebagai salah satu pilar kekuatan wilayah Berau di masa lampau, keraton ini menyuguhkan sisa-sisa peninggalan yang ikonik. 

Salah satu daya tarik utamanya adalah prasasti beraksara Bugis serta deretan meriam penjaga yang masih berdiri kokoh di area keraton, menjadi saksi bisu perjalanan panjang pemerintahan di wilayah tersebut.

Museum Batubara

Beralih ke jejak kolonial, kawasan Teluk Bayur menawarkan nuansa berbeda melalui Museum Batubara. Dahulu, bangunan ini merupakan pusat hiburan bagi warga Belanda yang dikenal sebagai gedung “kamar bola” atau ballroom. 

Baca juga  Bukan Kurang Populer, Wisata Darat Jadi Surga Tersembunyi Bagi Pencinta Alam

Pada awal abad ke-19, Teluk Bayur memang menjadi pusat industri tambang di bawah perusahaan Belanda, Steenkolen Maatschappij. Meskipun saat ini belum berfungsi sepenuhnya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau menargetkan museum ini akan dibuka secara resmi untuk publik pada Juli 2026.

Foto: Eks gedung Bioskop

Gedung Serbaguna/Bekas Gedung Bioskop

Nuansa nostalgia kian terasa saat mengunjungi bekas gedung bioskop yang berada tak jauh dari Museum Batubara. Gedung yang kini beralih fungsi menjadi Gedung Serbaguna Teluk Bayur ini dahulunya merupakan pusat sinema bagi para pekerja tambang. 

Setelah melalui proses revitalisasi, gedung ini sukses menarik minat turis karena elemen sejarahnya yang ikonik, seperti loket karcis asli hingga papan poster film jadul yang masih dipertahankan hingga sekarang.

Baca juga  Destinasi Wisata Berau Siap Berikan Layanan Prima saat Libur Lebaran, Pengunjung Jangan Vandalisme
Lapangan Steenkolen Teluk Bayur.
Lapangan Steenkolen Teluk Bayur.

Lapangan Steenkolen

Sebagai pusat aktivitas di masa lalu, Lapangan Steenkolen yang terletak di jantung Kecamatan Teluk Bayur juga menjadi destinasi yang tak boleh dilewatkan. 

Dahulu berfungsi sebagai alun-alun bagi para pekerja Steenkolen Maatschappij, kini lapangan tersebut tetap menjadi pusat kegiatan warga setempat. 

Di pojok lapangan, wisatawan bisa berfoto dengan lokomotif tua yang dahulu digunakan sebagai pengangkut batubara. Di sekitar area lapangan, terdapat pula bangunan tua peninggalan Belanda yang pernah digunakan sebagai kantor kecamatan. 

Bangunan bersejarah tersebut saat ini tengah menjalani proses perbaikan dan revitalisasi untuk memperkuat daya tarik kawasan Kota Tua Teluk Bayur. (Adv)

Bagikan:
Berita Terkait