Tambang Lagi “Lemas”, Untungnya 16 Sektor Usaha Lain di Berau Tumbuh Positif

diterbitkan: Senin, 6 April 2026 10:16 WITA
Ekonomi Berau
Aktivitas penagngkutan batu bara saat melintas di Sungai Segah. (Foto:Zuhri/NT)

NUSANTARA TERKINI — Struktur ekonomi Kabupaten Berau mulai menunjukkan sinyal perubahan yang menarik.

Meski sektor pertambangan dan penggalian sebagai penopang utama sedang “lemas” atau mengalami kontraksi, sebanyak 16 lapangan usaha lainnya justru kompak tumbuh positif.

Berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2025, sektor tambang yang selama ini mendominasi hingga 48,11 persen ekonomi daerah, tercatat mengalami penurunan sebesar 0,45 persen.

Beruntungnya, kelesuan di sektor “emas hitam” ini berhasil diimbangi oleh geliat sektor-sektor lainnya.

Baca juga  Panik Takut Tak Bisa Masak Lebaran, Pangkalan Lpg 3kg di Berau Diserbu Emak-Emak

Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengungkapkan bahwa fenomena ini menjadi momentum penting bagi daerah untuk segera melakukan diversifikasi ekonomi agar tidak terus terjebak dalam ketergantungan sumberdaya alam yang terbatas.

Diversifikasi Jadi Harga Mati

Kondisi ekonomi Berau saat ini dinilai cukup rentan, jika hanya mengandalkan satu sektor besar yang fluktuatif. Penurunan tipis di sektor tambang saja sudah mampu menahan laju pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan.

“Sebanyak 16 dari 17 lapangan usaha di Kabupaten Berau mengalami pertumbuhan positif, sedangkan lapangan usaha pertambangan dan penggalian mengalami kontraksi,” jelas Gamalis, Senin (6/4/26).

Baca juga  DOB Berau Pesisir Selatan Tinggal Selangkah Lagi, Pemekaran Tunggu Pembahasan RUU di DPR RI

Pertumbuhan di 16 sektor non-tambang ini, termasuk di dalamnya sektor pertanian, pariwisata, hingga perdagangan, menjadi modal kuat bagi Bumi Batiwakkal untuk membangun kemandirian ekonomi yang lebih stabil di masa depan.

Menjaga Tren Positif Sektor Riil

Pemerintah Kabupaten Berau berkomitmen untuk terus menyiram “semangat” pada sektor-sektor yang sedang tumbuh ini.

Penguatan pada sektor riil diharapkan dapat menjadi bantalan ekonomi ketika harga komoditas tambang di pasar global sedang tidak menentu.

Baca juga  Waspada! 42 anak di Berau Suspek Campak, Terbanyak di Sambaliung

Langkah strategis yang diambil ke depan adalah memastikan kebijakan daerah mendukung kemudahan usaha di sektor non-tambang.

“Dengan begitu, kontribusi sektor-sektor ini terhadap PDRB bisa terus meningkat dan perlahan mengimbangi dominasi pertambangan,”ucapnya.

Gamalis menegaskan, fokus diversifikasi ini bukan berarti meninggalkan industri pertambangan, melainkan memperkuat fondasi ekonomi lain. Tujuanya agar Berau memiliki banyak “pilar” penyangga saat salah satu sektor mengalami guncangan.(*/Andrikni/NT)

Bagikan:
Berita Terkait