NUSANTARA TERKINI – Persija Jakarta dihadapkan pada ujian berat saat menjamu PSM Makassar dalam lanjutan pekan ke-22 BRI Liga 1 2025/2026. Fokus utama kini tertuju pada barisan pertahanan Macan Kemayoran yang kehilangan dua pilar utamanya secara bersamaan.
Laga panas ini dijadwalkan berlangsung di Jakarta International Stadium atau JIS pada Jumat (20/2/2026) pukul 20.30 WIB. Ketiadaan sosok sentral di lini belakang memaksa pemain pelapis untuk membuktikan bahwa mereka bukan sekadar penghangat bangku cadangan.
Pelatih Persija Mauricio Souza memastikan timnya kehilangan Rizky Ridho akibat akumulasi kartu kuning. Sementara itu bek asing Paulo Ricardo juga harus menepi akibat cedera yang didapatnya saat laga melawan Bali United beberapa waktu lalu.
Situasi ini menjadi celah yang sangat rawan mengingat PSM Makassar dikenal memiliki lini serang yang agresif. Namun Souza enggan meratapi nasib dan memilih menantang pemain lainnya untuk mengambil tanggung jawab besar tersebut.
“Kita punya pemain pengganti yang bisa gantikan mereka dan kita akan mainkan formasi terbaik,” ujar Mauricio, Kamis (19/2/2026).
Ujian Kualitas Kedalaman Skuad
Absennya Ridho dan Paulo dipandang sebagai momen pembuktian bagi kedalaman skuad Macan Kemayoran musim ini. Souza menegaskan bahwa setiap pemain di dalam tim memiliki kualitas yang setara dan layak mendapatkan kepercayaan di laga krusial.
Pelatih asal Brasil tersebut kini sedang mencari solusi terbaik untuk menutup lubang di jantung pertahanan. Ia percaya bahwa momen ini akan menunjukkan sejauh mana mentalitas para pemain pelapis saat diberikan panggung di stadion semegah JIS.
Selain kendala komposisi pemain, kondisi rumput stadion yang sedang dalam perawatan juga menjadi tantangan teknis tersendiri. Namun hal tersebut tidak melunturkan ambisi Persija untuk mengamankan poin penuh di kandang sendiri.
Pemain diminta untuk segera beradaptasi dengan kondisi lapangan demi menjaga aliran permainan tetap maksimal. Motivasi tinggi menjadi modal utama bagi skuad lapis kedua yang akan diturunkan untuk meredam serangan Juku Eja.
“Jadi itu momen untuk tim kita lihat kualitas kita dan kita harus cari solusi di dalam tim untuk pemain yang tidak bisa main,” tambah Mauricio.





