Terbentur Aturan Dealer, Pemkot Samarinda Alihkan Anggaran Beli Defender Jadi Sewa Bulanan

diterbitkan: Kamis, 12 Maret 2026 12:45 WITA
Foto: Mobil dinas mewah Land Rover Defender yang digunakan Walikota Samarinda.

NUSANTARA TERKINI,- Polemik seputar mobil dinas mewah Land Rover Defender yang digunakan Walikota Samarinda akhirnya mencapai titik terang. Kendaraan yang belakangan viral di media sosial tersebut dipastikan berstatus sewa dan bukan hasil pembelian tunai.

Kepala Bagian Umum Sekretariat Kota Samarinda Dilan Wewengkang, membeberkan fakta menarik di balik layar pengadaan mobil tangguh tersebut. Pada perencanaan anggaran tahun 2022, pemerintah daerah sebenarnya sudah menyiapkan dana sekitar Rp4 miliar untuk membeli kendaraan secara langsung.

Namun, rencana tersebut terpaksa dibatalkan karena terbentur aturan administratif dari pihak diler. Agen Tunggal Pemegang Merek rupanya tidak bisa menerbitkan pelat merah untuk skema pembelian langsung oleh pemerintah daerah.

Baca juga  Klir! 215 Jemaah Haji Berau Sudah Divaksin, Siap Berangkat Pertengahan Mei

“Kita waktu itu mau beli mobil tapi dari agen tunggal pemilik merek tidak bisa mengeluarkan pelat merah. Jadi pembelian tidak bisa dilakukan,” urai Dilan pada Rabu (11/3/2026) memberitakan spekulasi publik.

Solusi Sewa Rekomendasi LKPP

Menghadapi kebuntuan regulasi pengadaan barang, Pemkot Samarinda langsung mengambil langkah taktis. Pihaknya melakukan koordinasi dan konsultasi mendalam dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah atau LKPP untuk mencari jalan keluar.

Dari hasil konsultasi tersebut, pemerintah kota mendapat lampu hijau untuk menggunakan mekanisme sewa melalui perusahaan PT Indorent Tbk yang berbasis di Jakarta. Kontrak penyewaan resmi berjalan sejak 2023 dan dijadwalkan berakhir pada Oktober 2026 mendatang dengan nilai Rp160 juta per bulan.

Baca juga  Bukan Kemauan Pemkot, Relokasi Pedagang Pasar Subuh Usulan dari Pemilik Lahan

Dilan menegaskan, sisi skema sewa ini justru membawa keuntungan tersendiri dari efisiensi pemeliharaan. Seluruh beban biaya perawatan rutin hingga dukungan teknisi khusus, sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak penyedia jasa.

“Biaya servis pemeliharaan dan lainnya ditanggung pihak penyedia. Bahkan kalau servis mekaniknya datang langsung ke sini karena mobil ini tidak bisa diservis sembarangan,” ungkapnya.

Tepis Isu Ganti Mobil Usai Viral

Dalam kesempatan yang sama, Dilan juga menepis rumor keras yang menyebut Wali Kota Samarinda Andi Harun tiba-tiba mengganti kendaraan ke Toyota Camry karena panik usai polemik Defender mencuat.

Baca juga  Investasi Pariwisata di Berau Meningkat, Sektor UMKM Ikut Merasakan Dampaknya

Ia memastikan, sang wali kota sedari dulu memang menggunakan dua kendaraan operasional mobil yang disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan.

Kendaraan jenis SUV seperti Defender disiapkan khusus untuk menaklukkan medan berat dan menerobos titik banjir di Samarinda. Sementara untuk kegiatan seremonial di dalam kota Andi Harun rutin menggunakan Camry.

Penggunaan Defender untuk menyambut tamu VIP juga menjadi salah satu fungsi utama kendaraan operasional tersebut.

“Tidak juga karena isu itu Bapak ganti mobil. Kalau ke lapangan biasanya pakai Defender kalau kegiatan di dalam kota pakai Camry. Dari dulu memang begitu,” tegas Dilan tutupnya.(*)

Topik:
Bagikan:
Berita Terkait